LampungUtara, Translampung.Id —Praktisi hukum Lampung Utara Iwansyah Mega, menyorot, Nasib ruang VIP B rumah sakit umum daerah Mayjend HM Ryacudu Kotabumi pasca di bangun pada tahun 2024 lalu, hingga kini masih belum difungsikan, kosong dan terkesan terbengkalai.
Iwansyah Mega menilai, proyek pekerjaan ruang VIP B tahun 2024 dengan menelan anggaran hampir 2 Miliar itu merupakan bentuk pemborosan uang negara.
“Penegak hukum harus turun tangan. Ini proyek miliaran yang dipaksakan, belum dibayar, dan sekarang dibiarkan kosong. Dalih tidak ada pasien itu mengada-ada,” tegasnya melalui sambungan ponsel, Selasa 4 November 2025, (sumber gentamerah.com)
Anggota Peradi tersebut menyebut proyek seperti itu terkesan tidak punya perencanaan matang
“Bangunan itu seharusnya menjawab kebutuhan masyarakat, bukan dibangun hanya untuk laporan serapan anggaran,” tegasnya
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr. Maya Natalia Manan mengakui proyek tersebut memang belum difungsikan.
“Hampir Rp2 miliar biayanya. Belum dipakai karena memang belum ada pasiennya. Ada sedikit masalah air yang masuk,” katanya, memberi alasan ringan untuk proyek berat.
Lebih lanjut, dr. Maya mengungkapkan, bahwa proyek itu bahkan belum dibayar dan belum PHO (Provisional Hand Over).
“Kabidnya sudah diganti, jadi belum ada KPA-nya. Kami lagi koordinasi dengan BPKAD, kalau bisa langsung diambil alih oleh PA,” ujarnya.
Sementara, saat dikonfirmasi sebelumnya, Plt Direktur rumah sakit umum Ryacudu dr. Kholid Paku Alamsyah, menegaskan rumah sakit saat ini sangat membutuhkan ruangan VIP B itu, seiring meningkatnya pasien dirumah sakit umum daerah HM Ryacudu.
” Pada prinsipnya terlepas dari ruangan itu sudah dapat dipakai atau belum, kita akan koordinasi dengan dinas terkait, karena ini urusan kemanusiaan dan itu harus dikedepankan,” ucapnya, Jum.at 24 Oktober 2025
Lanjut dia, Seandainyapun ada proses terkait dengan Masalah ruangan vib B, itu akan tetap berjalan, yang pasti jika urusan dengan kemanusiaan ruang vib B itu harus kita pakai. Tegasnya
Terkait ruangan itu, lanjut dia, kami disini ga tau selesai apa ga nya, Ga tau ceritanya gimana, tapi intinya kami mau menggunakan itu semua, dan sampai saat ini belum pernah kami coba apakah airnya gimana, toiletnya gimana dan yang lain lain itu belum kami coba sudah layak atau belum, tuturnya.
Penyampaian direktur rumah sakit tersebut, senada dengan kondisi ruang VIP B yang gerbangnya terkunci dengan rantai dan gembok, yang mengisyaratkan jika ruang VIP B tersebut belum dapat di fungsikan. (Ek)



















Discussion about this post