Lampung Utara,Translampung.Id — Proyek fisik pekerjaan ruang vip B tahun 2024, dirumah sakit umum daerah Ryacudu Kotabumi, yang bersumber dari anggaran perubahan 2024, menimbulkan tanda tanya besar.
Pasalnya hingga saat ini ruangan Vib itu terkesan terbengkalai, alih alih akan dipungsikan, yang terlihat pintu gerbang ruang vip itu dikunci dengan rantai dan gembok.
Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara dr.Maya Manan saat dikonfirmasi berkilah jika ruangan itu belum dipungsikan dikarenakan balum ada pasien.
Maya manan juga membenarkan pekerjaan fisik tahun 2024 dirumah sakit umum Ryacudu menelan anggaran hampir 2 Miliar.
“Sekitar hampir Rp2 miliar. Belum dipakai, karena memang belum ada pasiennya. Ada sedikit masalah air yang masuk,” katanya.(Sumber Genta merah.com)
Namun pengakuan itu justru mengundang kritik. Proyek yang dibiayai dari APBD Perubahan seharusnya sudah bisa difungsikan untuk mendukung pelayanan pasien, bukan terbengkalai dengan alasan sepele.
Dr. Maya menambahkan, proyek tersebut belum dibayar dan belum PHO (Provisional Hand Over). “Karena kabidnya diganti, jadi belum ada KPA-nya. Kita lagi tanyakan ke BPKAD, kalau bisa diambil alih langsung oleh PA,” ujarnya.
Ditempat berbeda, sumber internal rumah sakit justru menyebut, bangunan yang direnovasi masih dalam kondisi baik dan bukan usulan dari pihak rumah sakit.
“Seharusnya ruang yang masih layak tidak perlu direnovasi, tapi dipaksakan,” kata sumber itu.
Kondisi ini semakin menegaskan lemahnya pengawasan proyek fisik di sektor kesehatan. Uang rakyat miliaran rupiah telah dikucurkan, namun hasilnya belum memberi manfaat apa pun.
Mirisnya, saat ini pihak rumah sakit kebingungan, pasalnya seiring meningkatnya pasien, rumah sakit memerlukan ruang vib itu, namun alih alih dapat berfungsi dalam melayani masyarakat, ruang kelas vib dirumah sakit itu digembok dengan rantai besi.
Plt. Direktur RSUD HM Ryacudu Kotabumi dr. Cholif Paku Alamsyah, M.Kes, saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengakui kebingungan karena Saat ini pihaknya membutuhkan ruangan Vip B tersebut.
” Pada prinsipnya terlepas dari ruangan itu sudah dapat dipakai atau belum, kita akan koordinasi dengan dinas terkait, karena ini urusan kemanusiaan dan itu harus dikedepankan,” ucapnya, Jum.at 24 Oktober 2025
Lanjut dia, Seandainyapun ada proses terkait dengan Masalah ruangan vib B, itu akan tetap berjalan, yang pasti jika urusan dengan kemanusiaan ruang vib B itu harus kita pakai. Tegasnya
Terkait ruangan itu, lanjut dia, kami disini ga tau selesai apa ga nya, Ga tau ceritanya gimana, tapi intinya kami mau menggunakan itu semua, dan sampai saat ini belum pernah kami coba apakah airnya gimana, toiletnya gimana dan yang lain lain itu belum kami coba sudah layak atau belum, tuturnya (Ek)

















Discussion about this post