LAMPUNG UTARA – Sebagian kegiatan belajar dan mengajar SDN 1 Handuyang ratu dipindahkan ke gedung exs balai dusun dan gedung paud yang letaknya sekitar 100 meter dari sekolah tersebut
Kepala SDN 1 Handuyang Ratu Rizal Karnain menuturkan, kedua bangunan yang mereka gunakan itu berada di sekitar bangunan lama. Bangunan eks balai dusun digunakan untuk kelas III dan IV, sedangkan bangunan eks PAUD digunakan untuk kelas II dan V.
Adapun siswa kelas I dan VI menempati ruang kelas baru yang didirikan pada tahun 2021 silam.
”Harapannya, tentu rencana pembangunan ruang kelas baru dapat direalisasikan pada tahun ini supaya proses KBM dapat dilakukan di satu tempat,” ucapnya
Untuk siswa di SDN 1 Handuyang ratu ini berjumlah 73 orang, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, dengan dua guru PNS, dua guru PPPK dan tiga tenaga honorer
Hal senada dikatakan kepala dinas pendidikan Mat Soleh, kegiatan belajar mengajar SD Handuyang Ratu dipindahkan ke bangunan yang lebih layak. Untuk proses pemindahan sendiri dilakukan terhitung sejak Senin(25/7)).
“Benar. Mulai hari ini(kemarin, Red) KBM SDN 1 Handuyangr Ratu dipindahkan ke bangunan yang lebih layak,”terangnya
Kebijakan ini, lanjut Mat Soleh, terpaksa mereka ambil karena sejumlah kelas di sana dirasa tidak cukup layak. Ditambah lagi, kondisi bangunan yang digunakan pun berpotensi membahayakan para pelajar dan guru di sana.
Bangunan yang digunakan sekarang ini adalah bangunan eks PAUD dan eks balai dusun.
Kemudian, rencana kedepannya, dinas pendidikan akan membangun tiga ruang belajar, serta mebelairnya.
Selain itu akan dibangun ruang untuk guru, sumur bor dan mck.
Namun begitu, pihaknya akan baru membahasnya dengan DPRD setempat perencanaan tersebut akan di lakukan di rancangan anggaran pendapatan dan belanja perubahan tahun 2022.
“Hari ini kira sudah bawa konsultannya untuk melihat dan merencanakan pembangunan SD Handuyang Ratu kedepannya,” ujarnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan wakil gubernur. Akan tetapi wakil gubernur akan Maninjau langsung kondisi di lapangan.
Disampaikan Mat Soleh, Untuk membangun sekolah dibutuhkan sertifikat. Dan syarat menerima dana DAK harus ada sertifikat. Karena itu, pihaknya sudah mendapatkan surat hibahnya, nantinya surat sertifikat dalam proses penerbitan sertifikatnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya kepada Mitra kami untuk mendapatkan dana bantuan, dari dana Coorporate Social Responsibility (CSR).
Harapannya, dengan dana tersebut dapat dilakukan langsung pembangunan sekolah. “Jika menunggu dana APBD kan masih lama waktunya, kalau dana CSR bisa langsung digunakan,” ujarnya.
Diketahui SDN 1 Handuyang Ratu viral di pemberitaan media karena ruang kelasnya berdinding geribik dan beratap terpal, yang belakangan diketahui ruang kelas yang dipakai bukan lah gedung SDN 1 melainkan adalah gedung exs balai desa setempat,dan SDN 1 Handuyang ratu ada di kampung tua, hal itu disampaikan kepala dinas pendidikan Matsoleh saat mendampingi anggota DPD RI, Ir KH Abdul Hakim mengunjungi sekolah tersebut, Selasa (26/7/2022). (Ek)

















Discussion about this post