Translampung.id, Kalianda, Aksi penolakan rencana pengeboran Gunung Rajabasa kembali mencuat.
Kali ini, datang dari Tokoh Adat Sigegkhi Suku Gerakan Masyarakat Peduli Gunung Rajabasa (GMPGR) Lampung Selatan.
Beta Rahmi yang bergelar Adok Panghihan Pukuk Buay Nimbau diwakili oleh Sopadli YS selaku Penasehat GMPGR dan
Muslihun Amin Palingma Hulu Balang dan anggota lainnya mengatakan bahwa rencana untuk pengeboran Gunung Rajabasa yang akan dilakukan oleh PT. Sumprem sangat disayangkan oleh seluruh lapisan masyarakat yang tinggal di Lampung Selatan.
“Secara tegas, kami Menolak rencana pengeboran Gunung Rajabasa ini. Untuk itu, kami akan lawan rencananya tersebut,” tegas Sopadli, ditemuu usai menyampaikan surat resmi penolakan kepada Pemkab Lamsel kepada Sekda Lamsel, Senin (22/6/2026).
Penolakan ini juga, lanjut Sopadli selain ke Pemkab Lamsel kami juga sampaikan surat secara resmi kepada aparat penegak hukum mulai dari Kajari dan Kapolda.
“Tujuannya,tidak lain adalah menolak rencana pengeboran Gunung Rajabasa tersebut, ” kata dia.
Usia menemui Sekda Lamsel, mereka juga menyampaikan aspirasi penolakan di DPRD Lamsel yang diterima langsung oleh Wakil Ketua II Beny Raharjo, Jenggis Khan Haikal Wakil Ketua Komisi I,Bowo Edi Anggoro anggota Komisi III dan Ismail Anggota Komisi III.

Jenggis mengatakan, aspirasi dari tokoh adat terkait penolakan rencana penolakan pengeboran Gunung Rajabasa tersebut secepatnya akan diagendakan untuk dibahas bersama eksekutif dalam hal ini Bupati.
“Intinya, aspirasi dari tokoh adat ini akan terus ditindak lanjuti tidak hanya sampai disini saja. Karena kami juga bagian dari masyarakat. Dan saya Tegaskan secara pribadi Menolak Tegas! dan secara kelembagaan kami siap mengawal aspirasi dari masyarakat ini, ” pekik Jenggis disambut terikan dari semua yang hadir di ruangan DPRD Lamsel. (Johan)


















Discussion about this post