TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Partisipasi warga untuk melakukan Sensus Penduduk Online (SPO) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, masih terbilang rendah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba, melalui Giovani, selaku Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, saat dikonfirmasi translampung.com pada Kamis (25/6/2020) pukul 15.50 Wib.
Dikatakan Giovani, bahwa dari 200 ribu lebih penduduk di Kabupaten Tubaba, hanya sekitar 16 ribu penduduk saja yang melakukan SPO, atau hanya sekitar 4 ribu Kepala Keluarga (KK), sehingga dengan data tersebut, maka Sensus wawancara atau manual akan tetap sangat diperlukan.
“Padahal SPO tersebut sudah dimulai sejak 15 Februari hingga 29 Mei 2020. Yang mana dapat diakses dengan mudah melalui Handphone atau laptop, di website http://sensus.bps.go.id dan akan langsung mendaftar sesuai petunjuk yang telah disediakan,” terangnya.
Namun, lanjut dia, dengan minimnya partisipasi masyarakat dalam SPO tahun 2020 ini, yang mungkin dikarenakan sistem Sensus ini juga masih baru dan masyarakat masih kurang mengerti dengan Internet, maka direncanakan Sensus wawancara akan dilakukan pada 1-30 September 2020 mendatang.
“Sensus penduduk tersebut sangat penting, karena akan menentukan kebijakan Pemerintah dalam pembangunan kedepannya. Selain itu, melalui Sensus diharapkan akan tersedia data tunggal kependudukan yang akurat, terutama data dasar berupa jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk di Kabupaten Tubaba,” imbuhnya. (D/R)















Discussion about this post