PANARAGAN (TransLampung.ID)-Menjelang, persiapan Festival Literasi Provinsi Lampung pada bulan Juni 2026 mendatang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menggelar diskusi bersama Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Gunung Agung.
Diskusi tersebut merupakan upaya strategi peningkatan minat baca serta penguatan literasi masyarakat Tubaba. Selain Kepala Dinas Perpustakaan,, tampak dalam diskusi itu Sekretaris, Kepala Bidang, dan Kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Agung, Sodik Adi Suryanto.
Berdasar pantauan TransLampung.ID, sejumlah gagasan dimunculkan, mulai dari penguatan budaya membaca di lingkungan pelajar, pemanfaatan ruang publik sebagai sarana literasi, hingga pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas literasi dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas di era digitalisasi.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Rodiyanto mengatakan. Literasi bukan hanya soal membaca buku, melainkan juga membangun cara berpikir masyarakat agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
“Festival Literasi Provinsi Lampung harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Tubaba memiliki semangat besar dalam membangun budaya membaca dan menulis. Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia” Katanya.
Menanggapi itu Sodik Adi Suryanto, mengamini Jika peningkatan minat baca harus dimulai dari lingkungan pendidikan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Saya kira, peningkatan Literasi ini harus melibatkan tidak hanya pihak sekolah yang ada di tubaba, namun seluruh lapisan elemen masyarakat wajib terlibat, guna tercapainya generasi cerdas di masa mendatang” Imbuhnya. (Dirman)


















Discussion about this post