PANARAGAN (TransLampung.ID)–
Rencana Tuhan lebih sempurna dari rekayasa manusia. Usai menempuh perjalanan panjang dan penuh dedikasi, Mirza Irawan Dwi Atmaja, selama 14 tahun mengabdi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, akhirnya berbuah manis.
Setelah tidak lagi ada kepercayaan membersamainya, saat menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tubaba Pasca Pilkada 2024 lalu, ia turut dalam daftar penyegaran Aparatur Sipil Negara (ASN) kala itu, dan dirotasi di posisi Asisten III Bidang Administrasi Umum.
Siapa sangka. Setelah melalui berbagai proses seleksi, Mirza Irawan Dwi Atmaja, berhasil lolos dan mengisi posisi strategis sebagai Kepala BPKAD di tingkat Provinsi Lampung. Dan setelah tidak disayang, kini ia tempat menaruh tumpuan harapan. Umpama kata, Kemarau setahun tidak berjejak, disapu hujan sehari.
Tumpuan harapan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah, saat menggelar acara pelepasan di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Tubaba, dalam suasana khidmat. Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.30 Wib.
“Atas nama pemerintah daerah, kami merasa kehilangan salah satu sumber daya manusia terbaik. Namun karena ini amanah sekaligus promosi, dengan bangga kami melepas Pak Mirza untuk mengabdi di level yang lebih luas” Kata Wakil Bupati.
Wakil Bupati memaparkan, Mirza merupakan bagian penting dalam perjalanan pembangunan Tubaba, khususnya sejak daerah tersebut memasuki masa pertumbuhan dan penguatan tata kelola pemerintahan.
“Empat belas tahun adalah waktu yang panjang. Banyak tenaga, pikiran, dan waktu yang telah beliau dedikasikan untuk kemajuan Tubaba” Katanya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menitipkan harapan agar Mirza tetap membawa semangat membangun Tubaba meski telah bertugas di lingkup Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia berharap koordinasi antara Pemkab Tubaba dan Pemprov Lampung, terutama terkait sektor keuangan daerah, dapat semakin optimal.
Salah satu poin yang disampaikan adalah harapan dukungan terhadap penyelesaian Dana Bagi Hasil (DBH) yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kami berharap hal-hal yang belum tuntas terkait keuangan daerah bisa menjadi perhatian di tempat tugas yang baru” Jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Mirza mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan Kabupaten Tubaba setelah 14 tahun berkarier di daerah tersebut. Didampingi sang istri, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh jajaran Pemkab Tubaba.
“Tubaba bukan hanya tempat saya bekerja, tetapi tempat yang membentuk karakter dan perjalanan saya sebagai birokrat. Saya memohon maaf apabila selama bertugas terdapat komunikasi atau tindakan yang kurang berkenan” Imbuhnya.
Berdasar pantauan TransLampung.ID Acara pelepasan Tidak dihadiri Bupati, hanya hadiri Sekretaris Daerah Tubaba Iwan Mursalin, para asisten, staf ahli bupati, serta pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemkab setempat. (Dirman)



















Discussion about this post