LAMPUNG UTARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan tugas orangtua, dimulai sejak tgl 22 s.d. 27 Juni 2020 dan jalur zonasi yang dimulai tanggal 29 Juni 2020 s.d. 4 Juli 2020.
Koordinator Tim wilayah barat Yeni Sulistina ( Kabid Paud dan Dikmas) didampingi Kasi dibidang PTK Yudi Bahtiar dan staf Dinas Pendidikan Kabupaten Lampura mengatakan, dari beberapa sekolah yang kita kunjungi di Kecamatan Abung Barat, Abung Tengah, Abung Tinggi, Bukit Kemuning dan Tanjung raja, allhamdulillah sebagian besar telah menerapkan protokol kesehatan, dengan mengharuskan pendaftar menggunakan masker, mengikuti pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta tidak berkerumun.
” Dikarenakan jalur pendaftaran yang dibuka adalah jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan tugas orgtua, maka dalam pengamatan, tidak nampak ada lonjakan pendaftar, hal ini dimungkinkan karena jumlah peserta didik yg diterima melalui jalur ini juga terbatas.” Jelas Yeni Sulistina saat mengunjungi SMPN 1 Tanjung Raja, selasa (30/06/2020)
Dikatakan Yeni juga, pada saat PPDB untuk jalur zonasi, terdapat beberapa kendala yang diutarakan oleh pihak sekolah salah satunya adalah keterbatasan wali murid dalam menggunakan fasilitas pendaftaran online. Hal tersebut dikarenakan banyaknya orang tua yg tidak.menguasai cara upload berkas dan pendukungnya.
” Menyikapi itu terpaksa pihak sekolah tetap menyediakan loket pelayanan bantuan bagi wali murid yg mendaftar.” tuturnya
Masih kata Yeni, kendala lain yang ditemui dilapangan adalah masih banyaknya warga masyarakat yg mendaftarkan anaknya langsung kerumah guru guru terdekat dan bahkan menunggu jadwal masuk sekolah dimulai.
Menyikapi hal ini ucap Yeni, kami memberikan saran kepada pihak sekolah agar kedepannya melakukan koordinasi dengan aparat desa untuk mensosialisasikan tentang petunjuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang harus diikuti oleh masyarakat, jangan sampai hal ini terus menerus berlanjut tanpa ada perubahan yanh nantinya akan mempengaruhi kebijakan yang telah dibuat, pungkasnya (Iwan)


















Discussion about this post