PANARAGAN (TransLampung.ID)-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, terus memperkuat komitmen dalam percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan penemuan kasus, penguatan pelayanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor guna mendukung target eliminasi TBC nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Pelaksanaan Koordinasi Pusat dan Daerah tentang Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tubaba Iwan Mursalin. Selasa (9/6/2026).
Pada kesempatan itu, Ketua Tim Kerja Tuberkulosis (TBC) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Triya Novita Dinihari, menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Dari sekitar 10 juta estimasi kasus TBC global, Indonesia menyumbang sekitar 1 juta kasus atau sekitar 10 persen dari total kasus dunia.
Menurutnya, keberhasilan program penanggulangan TBC tidak diukur dari sedikitnya kasus yang ditemukan, melainkan dari kemampuan daerah menemukan sebanyak mungkin kasus sesuai estimasi yang ada sehingga penderita dapat segera memperoleh pengobatan dan rantai penularan dapat diputus.
“Keberhasilan program TBC tidak diukur dari sedikitnya kasus yang ditemukan, tetapi justru dari kemampuan kita menemukan sebanyak mungkin kasus sesuai estimasi yang ada. Jika kasus tidak ditemukan, maka penularan akan terus berlangsung di masyarakat” Kata Triya.
Menanggapi itu Sekda Tubaba Iwan Mursalin, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat terus berupaya meningkatkan kinerja program TBC melalui berbagai langkah strategis dan inovatif.
Menurutnya, capaian penemuan kasus TBC Kabupaten Tulangbawang Barat pada tahun 2026 saat ini telah mencapai 85 persen dari target nasional sebesar 90 persen. Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan atau Treatment Success Rate (TSR) tahun 2025 juga mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan sebesar 90 persen.
“Meskipun masih terdapat selisih terhadap target yang ditetapkan, capaian ini menunjukkan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran kesehatan dalam meningkatkan penemuan kasus serta keberhasilan pengobatan TBC di Kabupaten Tulang Bawang Barat” Kata Iwan.
Selain itu, Pemkab Tubaba telah mengembangkan berbagai inovasi untuk mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat. Salah satunya melalui program Tubaba Q Sehat yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan di 19 Tiyuh (Desa) dan telah berjalan selama kurang lebih satu tahun delapan bulan.
“Program ini menyasar seluruh kelompok usia yang memiliki faktor risiko maupun gejala TBC. Melalui skrining aktif di masyarakat, kami berupaya menemukan kasus sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera dilakukan dan risiko penularan dapat ditekan” Jelasnya. (Dirman)

















Discussion about this post