PANARAGAN (TransLampung.ID)-
Palu dan paku. Kedua alat bangunan tersebut merupakan kebutuhan yang sangat krusial di bidang pertukangan. Tentu, paku tidak akan dapat dipergunakan tanpa sentuhan keras dari kepala Palu.
Penulis tidak mengaitkan kisah Paku dan Palu dengan suatu peristiwa apapun, hanya saja ingin mengingatkan, jangan sampai kisah Paku dan Palu, menjadi background, setelah dipukul baru berlalu.
Di suatu negeri nyata, pada abad digitalisasi dan modernisasi juga katanya terkenal tidak memiliki cukup sumber baik energi maupun alam. Namun, masih tetap mampu bernafas, meski sedikit terasa menyesak.
Tentu, suatu Negeri pasti dinakhodai seorang raja, dengan dibantu sejumlah menteri hingga panglima, sampai di tingkat pedukuhan atau Desa, tidak lupa Rakyat pun juga ada.
Negeri yang makmur identik dengan Raja yang bijaksana, selalu mengayomi kaulanya, tidak membeda bedakan kasta, sampai ke sudut Rakyat jelata. Karena itulah harapan sejatinya.
Serupa hal nya harapan masyarakat, siswa bersama orang tua wali, warga Tiyuh (Desa) Panaragan, Bandar Dewa, dan Menggala Mas, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
Mereka mengharapkan pemerintah dapat menindaklanjuti kondisi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Bhakti, yang kondisinya cukup mengkhawatirkan keselamatan saat berlangsungnya proses ngajar mengajar siswa.
Dinyanan, harapan masyarakat setempat itu seketika terjawab, bakh menggigit cabai, setelah dikunyah langsung berasa pedas. Pasca sejumlah pihak Baznas, Dinas Pendidikan dan Kecamatan pada Hari Jumat 31 Juli 2026 melakukan investigasi di lokasi bangunan sekolah.
Tindakan itu semata dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba untuk menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah tersebut.
Di kesempatan itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tubaba, H. Purwanto bersama perwakilan Pemerintah Daerah, menyebut. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas sebagai dasar dalam rencana pemberian bantuan bagi SMP Karya Bhakti.
Tim meninjau secara langsung sejumlah fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai kondisi sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Ketua Baznas H. Purwanto, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Tulangbawang Barat bersama Baznas terhadap dunia pendidikan.
“Kami hadir untuk melihat secara langsung kondisi sekolah sekaligus menginventarisasi kebutuhan yang menjadi prioritas. Harapannya, melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, BAZNAS, dan OPD terkait, rencana bantuan yang akan diberikan dapat manfaat nyata bagi sekolah” Kata Purwanto.
Ia menyebut, pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus didukung oleh tersedianya fasilitas pendidikan yang layak. Koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah akan terus diperkuat dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayah setempat.
“Kita harapkan proses tindak lanjut terhadap rencana bantuan dapat segera direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga kegiatan belajar mengajar di SMP Karya Bhakti dapat berlangsung secara optimal” Imbuhnya. (Dirman)
















Discussion about this post