translampung.id, TANGGAMUS – Festival Seni dan Budaya Lampung dalam rangka memperingati hari jadi ke-10 tahun Museum Mini Kekhatuan Semaka di Pekon Sanggi Unggak, pada Sabtu (7/9/2024), mendapatkan apresiasi dari Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Mulyadi Irsan, M.T., I.P.U.
Sebab festival seni ini merupakan suatu bukti nyata menjadi perwujudan komitmen bersama bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah, seni, dan budaya sehingga menjadi kewajiban dan komitmen bersama untuk terus melestarikannya.
“Alhamdulillah, ini menjadi suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, kita betul-betul berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni budaya. Sudah kewajiban untuk melestarikan dan mengenalkan kepada anak-anak generasi penerus kita, agar membangkitkan rasa cinta mereka,” ungkap Mulyadi Irsan.
Dia juga mengapresiasi eksistensi museum yang memiliki lebih dari 700 koleksi budaya, yang menjadi saksi kejayaan budaya Kekhatuan Semaka di masa lampau.
“Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-10 Museum Kekhatuan Semaka. Semoga sukses selalu ke depannya,” Mulyadi Irsan mendoakan.
Dia hadir bersama Penjabat Sekda Tanggamus Ir. Suaidi, M.M. dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanggamus, yang juga turut menyaksikan berbagai koleksi budaya yang tersimpan di museum tersebut.
Untuk diketahui, Museum Kekhatuan Semaka menjadi pusat pelestarian budaya Lampung dengan koleksi lebih dari 700 artefak dan benda-benda bersejarah. Koleksi bersejarah mencerminkan kejayaan Kekhatuan Semaka di masa lampau. Dari kain-kain kuno, kulit kayu, hingga senjata tradisional, semuanya tersimpan dengan baik sebagai bukti kekayaan budaya Lampung.
“Alhamdulillah, melalui museum ini, koleksi budaya tersebut bisa disimpan dan menjadi bukti sejarah yang berharga. Ini akan menjadi bekal edukasi bagi generasi mendatang, sehingga mereka bisa mengenal dan mencerminkan kejayaan budaya Lampung dari masa lampau hingga saat ini,” harap Mulyadi Irsan.
Museum Kekhatuan Semaka juga diharapkan menjadi pusat edukasi yang mampu memberikan wawasan dan pengetahuan tentang kekayaan budaya Lampung, khususnya bagi para generasi muda.
Pj. bupati Mulyadi Irsan juga menegaskan pentingnya upaya pelestarian budaya melalui museum ini, agar tradisi dan warisan budaya Lampung dapat terus dijaga dan diwariskan.
Dengan keberadaan museum ini, diharapkan Tanggamus dapat terus menjadi pusat budaya Lampung, tidak hanya sebagai tempat pelestarian tetapi juga pengembangan budaya di masa depan.
Sementara Tokoh Adat Pekon Sanggi unggak, Abu Sahlan dalam sambutannya menyampaikan, Festival Seni Hari Jadi ke-10 Tahun Museum Kekhatuan Semaka ini bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya Lampung agar tidak punah.
Museum Kekhatuan Semaka berdiri pada 2015 silam dan berlokasi di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandarnegeri Semuong ini merupakan salah satu museum yang sudah digitalisasi. Dalam museum tersebut tersimpan benda-benda kuno dan bersejarah.
”Di antaranya baju perang dan pedang dari Kesultanan Banten. Kemudian keramik Dinasti Tan abad 11, pecahan keramik dari kerajaan Tumasek (Singapura) dan dari sisa kolonialisme Belanda,” terang Pun Sahlan – sapaan akrabnya.
Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan waktu tiba di tempat acara, disambut secara meriah dan diarak menggunakan Alam Gemisekh diiringi Pencak Khakot menuju Museum Kekhatuan Semaka. (ayp)

















Discussion about this post