PERALIHAN KEPEMIMPINAN: Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadad memimpin peralihan kepemimpinan PD IWO Tanggamus dari Odo Kuswantoro kepada Ahmad Rapik Junaidi yang disimbolkan dengan serah-terima pataka IWO di Sekretariat IWO Tanggamus Pekon Kampungbaru, Sabtu (18/10/2025).
translampung.id, TANGGAMUS – Di bawah teduhnya langit Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur tepatnya pada Sabtu (18/10/2025), semangat kebersamaan menggema di ruang rapat Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Tanggamus.
Di sana, para insan pers yang biasa menulis kisah orang lain, kini menulis kisah mereka sendiri. Kisah tentang perubahan: tongkat estafet kepemimpinan yang berpindah dengan penuh rasa hormat dan harapan.
Sang Ketua PD IWO Tanggamus, Odo Kuswantoro, yang selama ini telah menahkodai perjalanan IWO setempat dengan segala dinamika dan warna, kini menutup bab kepemimpinannya dengan rendah hati.
Dalam suaranya yang tenang, terselip getar rasa syukur dan maaf yang tulus. Ia meninggalkan bukan kekosongan, melainkan warisan semangat dan kebersamaan yang akan terus hidup di antara rekan sejawatnya.
Dan dari lembar yang baru, lahirlah nama yang siap melanjutkan perjalanan PD IWO Tanggamus, yaitu Ahmad Rapik Junaidi. Dengan nada mufakat, para anggota menaruh harapan pada pundak Kabiro Netizenku.com itu.
Agar IWO Tanggamus tetap berdiri tegak, menjunjung kebenaran dan menjadi jembatan komunikasi yang membangun, antara pemerintah daerah dengan masyarakat pun sebaliknya.
Hadir pula dalam momentum itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Lampung, Edi Arsadad, bersama jajaran: Kabid Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Marliadi, serta Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Endra Wartiningsih. Mereka datang bukan sekadar sebagai saksi, melainkan peneguh arah.
Dalam sambutannya, Edi Arsadad menyerukan pesan yang menggugah. Dia berpesan agar PD IWO Tanggamus dapat bersinergi dengan semua pihak.
“Saya juga meminta agar pengurus baru IWO Tanggamus tetap tegak lurus terhadap keputusan dan garis kebijakan dari pengurus pusat,” harapnya.
Jurnalis yang sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu menegaskan pentingnya disiplin dan kesetiaan terhadap garis kebijakan organisasi. Dengan tujuan setiap langkah IWO di daerah, tetap seirama dengan denyut perjuangan di tingkat pusat.
Kini, di bawah kepemimpinan Ahmad Rapik Junaidi, IWO Tanggamus bersiap menata langkah, menyusun program, merangkai visi, dan meneguhkan misi.
“Karena bagi kami yang bernaung di bawah IWO, menjadi wartawan bukan sekadar menulis berita. Tetapi harus mampu menyalakan cahaya informasi bagi masyarakat, menjadi saksi sekaligus penjaga kebenaran di Bumi Begawi Jejama,” ujar Rapik, sapaan akrabnya.
Di setiap tinta yang menetes, tersimpan doa: “semoga IWO Tanggamus terus tumbuh, solid, dan berdaya, laksana cahaya fajar yang tak pernah lelah menembus pekatnya kabut pagi, menerangi setiap langkah, dan menuliskan sejarah baru dengan pena yang jujur dan hati yang teguh.” (ayp)




















Discussion about this post