Lampung Utara, Translampung.Id – Kepala Sekolah SDN 01 Negara Batin Huriah didampingi suaminya Tedi Kurniawan selaku operator sekolah setempat membantah dugaan adanya penggelembungani data pokok pendidikan (dapodik) siswa di SDN 01 desa negara batin kecamatan Sungkai Utara.
Hal itu disampaikannya kepada awak media di balai wartawan Effendi Yusup, Sabtu 03 Agustus 2024
Plt Kepsek SDN 01 Negara batin itu bersama operator sekolah mengklarifikasi dan membantah dugaan penggelembungan data siswa di sekolah yang kini dipimpinnya.
Dikatakan Huriah, Ia mengemban tugas sejak September 2023 menggantikan Kepsek defenitif, Mulyono, yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Mengenai sejumlah nama peserta didik yang disebut-sebut merupakan data yang disinyalir sengaja digelembungkan, dirinya dengan tegas membantah hal tersebut.
“Saya ditunjuk menjadi Plt Kepala Sekolah bulan September 2023, mengenai dugaan penggelembungan data siswa itu tidak ada, tidak benar. Saya pun tidak berani untuk melakukan hal tersebut,” kata Huriah
Jumlah siswa di sekolah, kata dia, saat itu berjumlah 62 siswa. Ada 1 siswa meninggal dunia, dan 18 siswa kelas 6 yang lulus.
“Jumlah siswa kita ada 62, meninggal 1 orang sisa 61 siswa. Kemudian yang kelas 6 lulus ada 18 siswa. Tahun ajaran baru ini kita menerima siswa 7 orang, dan kita juga menerima siswa pindahan sebanyak 2 orang, jadi jumlahnya 52 siswa yang ada di data Dapodik sekolah,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Tedi Kurniawan, Operator Sekolah yang bertugas sejak tahun 2012 itu mengatakan pihaknya tidak pernah memasukkan data siswa lain.
Jumlah siswa yang ada saat ini hanya 52 orang dan data itu sesuai dengan yang ada di Dapodik sekolah.
“Kami mengerti aturan, kami juga takut mau melawan aturan. Apa yang dikatakan oleh Kepala Sekolah itu benar adanya, hanya 52 siswa saat ini. Antara Arkas dan Dapodik itu harus sinkron,” tuturnya.
Soal siswa yang sempat bersekolah dan pindah, kata dia, itu terjadi di masa kepemimpinan Kepsek yang lama.
“Itu benar, tapi masih di masa kepemimpinan Pak Mulyono. Perpindahan anak sekolah itu juga enggak pernah minta surat pindah dari sekolah,” ujar Tedi
Diketahui sebelumnya, Menguak dugaan adanya penggelembungan data pokok pendidikan (dapodik) siswa di Sekolah dasar negeri (SDN) 01 desa negara batin kecamatan Sungkai Utara.
Dari hasil penelusuran tim media ini, diperoleh informasi, setidaknya ada 6 sampai 7 siswa sekolah Islam (madrasah) yang diduga masuk dalam Dapodik SD Negeri 01 Negara Batin. Dimana diketahui dari data dapodik yang diduga masuk di SDN 01 Negara Batin, siswanya bersekolah di MI yang ada didesa setempat. (Ek)


















Discussion about this post