LAMPUNG UTARA – Rumah sakit umum daerah (RSUD) H.M Ryacudu Kotabumi mengharapkan bantuan anggaran untuk operasional rumah sakit dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.
Hal itu disampaikan direktur rumah sakit umum Ryacudu dr Aida Fitriah S, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (9/10/2023)
Harapan saya mudah mudah kedepan, operasional rumah sakit dapat dibantu oleh pemerintah daerah, jadi saya bisa lebih fokus untuk setiap bulan bisa untuk jasa pelayanan.
” Jadi pendapatan kami tiap bulan dapat untuk menyicil hutang, termasuk hutang jaspel, obat, dan lain lain, kalau hutang terselesaikan, masukan obat lancar, ya ga ada kendala lagi dengan pasien,” ucapnya
Disampaikan dr. Aida, Sebenarnya permasalahan ini sudah kita sampaikan kepada pemerintah daerah, tapi memang kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini belum memungkinkan untuk menambah anggaran, kami harus bisa menyikapi anggaran yang ada agar rumah sakit ini tetap berjalan.
Jadi dengan keterbatasan obat obatan menjadi salah satu penyebab terbesarnya sepinya pasien saat ini, ” Itu karena kita sering mengalami keterbatasan dan kekosongan obat, yang mana cerita nya ini cukup panjang ya, dimana tahun 2019 kita terhutang lumayan besar sekitar 11 M dengan obat obat an sampai dengan 2021, waktu itu, dan Alhamdulillah hutang itu sudah selesai.
Cuman ya itu, jadi karena memang masih banyak vendor yang belum lunas, artinya gini, tahun 2019, 2020 kita terbayarkan hutangnya tapi, akhirnya sebagai imbasnya ya, kita berhutang lagi gitu loh, dan sekarang ini kita sedang mengatasi hutang tahun 2021 sampai saat ini sekitar 5 sampai 6 miliar.
” Jadi karena ketersedian obat ga ada, banyak yang harus beli keluar ya akhirnya pasien juga enggan untuk dirawat disini,” ucap dr. Aida yang didampingi dr. Cholid
Hal itu juga yang menjadi penyebab terlambatnya pembayaran jasa pelayanan para tenaga kesehatan dirumah sakit ini.
Menyambung dari kondisi tadi saat ini, kami di management karena memang pendapatan sekarang dengan jumlah pasien yang sedikit saya bersama teman teman management harus pandai memilah bagaimana caranya agar obat tetap tidak kosong, supaya tetap berlangsung pelayanan, tutur dr. Aida
” Jadi ya itu, kita mengantisipasinya secara bergantian, jadi kalau bulan ini kita cukup mencicil obat ya kita cicil obat, bulan berikutnya kita mencicil bahan medis abis pakai dan sebagainya, jadi baru bulan berikutnya baru kita bayar jaspel,” terangnya
Jadi bergantian, jadi tidak bisa semua nya itu dengan kondisi seperti ini harus dibayarkan semua dalam 1 bulan itu, bukan terabaikan, karena yang sering menjadi masalah buat kita justru kekosongan obat dan bahan medis abis pakai. Jelasnya
Kalau itu kita berhentikan karena untuk bayar jasa pelayanan, akhirnya otomatis sama saja, ga ada pelayanan dibawah, ga bisa, jadi mungkin itu yang menyebabkan jasa pelayanan kita terhambat.
Untuk menyikapimya, ya pertiga bulan ini, jadi sebenarnya kemarin itu terakhir kita membayarnya itu dibulan Juli, itu menyelesaikan utang jaspen 2022, hingga mungkin sekarang yang akan kita bayarkan dibulan berikutnya adalah untuk jaspel bulan Januari. pungkasnya (Ek)
















Discussion about this post