JAGA ALAM TANGGAMUS: Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengimbau para kelompok tani (poktan), kelompok wanita tani (KWT), dan kelompok tani hutan (KTH) di Kabupaten Tanggamus, untuk memanfaatkan potensi hutan, namun tetap menjaga kelestarian alam Tanggamus. (Foto: AYP)
translampung.id, TANGGAMUS – Kelompok tani (poktan), kelompok wanita tani (KWT), dan kelompok tani hutan (KTH) di Kabupaten Tanggamus diimbau untuk menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Namun di sisi lain, juga diminta untuk terlibat aktif menjaga kelestarian alam kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama. Harapan dan imbauan itu disampaikan langsung Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. saat menghadiri HUT ke-2 Poktan Lereng Tanggamus Jaya dan Pengukuhan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tanggamus Lestari di Pekon Tanjunganom, Kecamatan Kotaagung Timur, pada Rabu (1/2/2023).
Dalam sambutannya, Bupati Dewi Handajani atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, menyampaikan penghargaan dan terima kasih serta ucapan selamat ulang tahun kepada Poktan Lereng Tangamus Jaya. Terutama karena poktan tersebut telah berpartisipasi membangun serta memajukan wilayah Pekon Tanjunganom dan sekitarnya, dalam bidang pertanian dan perkebunan.
”Selamat juga kepada Ketua dan Anggota Kelompok Tani Hutan Tanggamus Lestari, yang pada hari ini telah dikukuhkan. Mari bersama-sama kita jaga dan manfaatkan hutan dengan sebaik-baiknya. Demi membantu peningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga membantu menjaga kelestarian hutan. Jaga alam Tanggamus agar tetap lestari,” ujar Dewi Handajani.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung, bupati mengatakan, memiliki kewenangan atas wilayah hutan, memberi ruang kepada masyarakat yang ingin berusaha di dalam kawasan hutan. Namun dianjurkan bahwa tanaman atau pohon yang masuk dalam kawasan hutan, harus tanaman jenis tanaman akar tunggal. Termasuk salah satunya tanaman durian. Sebab pohon durian, alpukat, dan pohon lain yang bernilai ekonomi tinggi, sangat mendukung peningkatan perekonomian warga.
Seperti yang diketahui, lanjut bupati, sebagian besar masyarakat dan penduduk Tanggamus beprofesi dan menggantungkan pendapatannya dari sektor pertanian dan perkebunan. Sektor ini merupakan salah satu sektor yang sangat menjadi prioritas pemerintah, dalam rangka menunjang pembangunan di Kabupaten Tanggamus. Oleh karena itu, para kelompok tani (poktan) dan juga para kelompok wanita tani (KWT), memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pembangunan Kabupaten Tanggamus.
”Di momen hari ulang tahun Poktan Lereng Tanggamus Jaya yang berbahagia ini, dan dengan semakin bertambahnya usia, maka diharapkan poktan semakin maju dan membawa manfaat bagi kesejahteraan anggotanya. Untuk itu, saya mendorong kepada seluruh petani yang tergabung dalam poktan, agar menggunakan teknologi serta inovasi baru dalam bidang pertanian untuk peningkatan produktivitas,” pinta bupati.
Ilmu dan teknologi baru, Dewi Handajani menambahkan, selalu diberikan oleh para penyuluh pertanian dan perkebunan melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan. Selaku kepala daerah, ia sangat mendukung upaya-upaya memajukan program di bidang pertanian dan perkebunan. Harapannya akan terbentuk para petani yang andal, lebih mandiri dan berdaya saing di masa-masa mendatang.
Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPD RI Drs. Ahmad Bastian, Wakil Ketua III DPRD kabupaten Tanggamus Zulkarnain S.I.P, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tanggamus Joni Wahyudi, S.E., Kepala Balai Karantina Pertanian Provinsi Lampung Irsan Nuhantoro, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Tanggamus Catur agus dewanto, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakkan Dhani Riza E., Camat Kotaagung Timur Kuroisin, dan Kepala Pekon Tanjunganom Sumardi. (ayp)


















Discussion about this post