PANARAGAN (translampung.id)– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, terus menggencarkan penerapan kurikulum merdeka.
Dikatakan Kepala Disdikbud Tubaba, Budiman Jaya, melalui Kabid Dikdas, Qodhi, bahwa kurikulum merdeka merupakan program nasional yang ditargetkan akan dilaksanakan secara menyeluruh pada tahun 2024 mendatang, baik tingkat satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan.
“Meski mulai dilaksanakan secara serentak 2024 nanti, tetapi mulai tahun 2022 ini kurikulum tersebut mulai diterapkan. Dan untuk Kabupaten Tubaba sudah ada 79 Sekolah terdiri dari 13 SMP dan 66 SD yang ditetapkan dari Kemendikbud Ristek untuk menerapkan kurikulum merdeka.” Kata Qodhi, Senin (22/8/2022) pukul 11.27 Wib.
Ke 79 Sekolah tersebut ditetapkan pada Juni lalu dan menjadi percontohan bagi Sekolah-sekolah lainnya yang ada di Tubaba. Dimana kurikulum merdeka ini merupakan kurikulum baru yang menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu K13.
“Berbeda dengan kurikulum 2013 atau K13, pada kurikulum merdeka ini Sekolah diberi kebebasan dalam menetapkan standar capaian kompetensi dasar siswa, tidak lagi dipaksakan untuk mengikuti standar capaian nasional, karena setiap peserta didik memiliki kemampuan berbeda-beda.” Jelasnya.
Dalam kurikulum merdeka, lebih menekankan untuk mendalami minat dan bakat siswa-siswi masing-masing. Sehingga disinilah tantangan tenaga pendidik untuk dapat memetakan peserta didik agar dapat dibimbing lebih lanjut, sebab tolok ukur yang dipakai untuk menilai tidak lagi sama. Kemudian, anak juga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak disukai.
“Setiap siswa tetap mempelajari semua pelajaran, tetapi tidak lagi ditekankan harus memahami semuanya dan mencapai standar nilai, melainkan mana pelajaran atau potensi yang dimilikinya itulah yang harus dikembangkan oleh guru, misalnya siswa A lebih mendalami olahraga, siswa B matematika, maka tolok ukur penilaian dan standar kelulusan juga berbeda.” Tuturnya.
Inti dari kurikulum merdeka ini adalah merdeka belajar, dan dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
“Di dalam kurikulum ini, juga terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila.” Katanya.
Selain itu, pada K13 jam pelajaran diatur per minggu, sedangkan kurikulum merdeka menerapkan jam pelajaran per tahun dengan alokasi waktu pembelajaran pada lebih fleksibel dibanding K13 yang melakukan pembelajaran rutin per minggu dengan mengutamakan kegiatan di kelas.
K13 memiliki empat aspek penilaian, yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku. Sedangkan kurikulum merdeka lebih mengutamakan penguatan profil pelajar Pancasila, intrakurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler.
“Kita terus melakukan sosialisasi ke seluruh Sekolah-sekolah yang ada di Tubaba khususnya PAUD, SD, dan SMP sebagai satuan pendidikan dibawah naungan Disdikbud Kabupaten. Sebab, kita berharap pada tahun 2024 nanti semua Sekolah tersebut dapat menerapkan kurikulum merdeka dengan maksimal.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post