PANARAGAN (translampung.id)– Hasil panen Petani Padi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengalami penurunan sejak 4 tahun terakhir.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tubaba, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Yayit, saat dikonfirmasi translampung.id diruang kerjanya, Senin (11/7/2022).
“Terhitung tahun 2019, 2020, 2021, dan 2022, hasil panen Padi di Tubaba ini kita akui mengalami penurunan 30 persen dari tahun 2018 kebawah.” Kata Yayit.
Menurutnya, penurunan terjadi akibat kendala perbaikan saluran irigasi teknis way rarem yang dilakukan sejak 2019 tersebut, sehingga lahan irigasi teknis hanya bisa sekali tanam yaitu pada musim rendeng saja, sedangkan musim gadu perairan kering.
“Angka panen Padi sebelum perbaikan mencapai 105 ribu ton dalam satu tahun. Sedangkan sejak 2019 sampai saat ini rata-rata hanya dapat mencapai 75 ribu ton.” Ujarnya.
Lanjut dia, total luas lahan Padi Tubaba saat ini 11.398 hektar, dan dari jumlah itu, hampir 8.000 hektar adalah lahan irigasi teknis.
“Sementara untuk menyiasati kekosongan pada musim gadu, maka para Petani diarahkan untuk menanam tanaman palawija selagi menunggu irigasi teknis kembali berfungsi pada musim rendeng.” Jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan sektor produksi Padi, beberapa tahun belakangan ini juga Dinas Pertanian setempat terus melakukan berbagai percobaan varietas tanaman Padi unggul, seperti misalnya yang saat ini dikembangkan adalah Padi Nutrizink atau Padi Kaya Gizi
“Informasinya saluran irigasi teknis mulai kembali optimal pada 2023, sehingga kita berharap hasil produksi kebutuhan pangan khususnya Padi dapat kembali meningkat dan dapat mengembangkan jenis-jenis Padi unggul untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan Petani.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post