TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Semakin merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19), menjadikan Dilema terhadap masyarakat terutama kalangan menengah kebawah, yang mengharuskan memilih antara asap dapur atau resiko akan ketakutan terhadap Corona.
Betapa tidak, kasus pasien yang terkena bahkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut terus meningkat. Seperti halnya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, yang pada akhirnya pecah telur, dengan ditetapkannya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah diumumkan Positif Corona, pada (16/4/2020).
Untuk itulah, masyarakat banyak yang mengeluhkan di tengah situasi ini, dan meminta kepada Pemerintah untuk memberikan bantuan terutama bahan pangan, karena semakin minimnya pemasukan atau pendapatan mereka.
“Serba salah sekarang ini, kalau kerja juga pemasukan tidak seberapa dan resiko corona, tetapi kalau tidak bekerja bukan terkena Corona melainkan terkena busung lapar. Tentunya besar harapan kepada Pemerintah setempat, agar setiap rumah diberi bantuan sembako untuk membantu masyarakat,” Begitulah ungkapan hati salah seorang warga yang berprofesi Ojek Online, Perdi, masyarakat Desa Bandar Dewa, yang bekerja di Bandar Lampung, kini harus pulang ke Tubaba karena semakin sedikit pemasukan dan ketakutan akan Virus Corona, saat diwawancarai translampung.com pada (17/4).
Sementara itu, dikatakan H.Herman Artha S.ikom, Tokoh Federasi Adat Marga Empat Tubaba dan Ketua Pokdarkamtibmas, bahwa sangat mendukung aspirasi masyarakat, yang memang banyak mengalami kesulitan dari segi ekonomi karena dampak Corona, agar Pemerintah bisa memberi bantuan sembako di setiap rumahnya terutama kalangan menengah kebawah.
“Saya sangat mendukung, agar Pemerintah bisa lebih cepat dalam mengambil kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan mengalokasikan anggaran untuk bantuan Sembako kepada masyarakat untuk menunjang kehidupan selama beberapa waktu kedepan,” terangnya.
Selain itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat jika memang benar-benar butuh bantuan silahkan lapor ke Pemerintah Tiyuh (Desa) setempat, dan tentunya setelah itu kita berharap agar ada bantuan yang diperoleh masyarakat.
“Tentunya permintaan tersebut bukan tanpa dasar, jika Pemerintah sanggup memberikan bantuan pangan, dan masyarakat akan berdiam diri dirumah, maka akan bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ini,” imbuhnya. (D/R)

















Discussion about this post