PANARAGAN (TransLampung.ID)-
Sebut saja ia musafir atau lainnya. Yeti Suryati, wanita paruh baya berbaju daster coklat, berambut hitam lurus sebahu, entah berapa lama ia berjalan kini kembali di pelukan keluarga.
Tubuhnya yang kecil termakan usia itu nampak terlihat sedikit rapuh, mungkin ia terlalu lelah untuk kembali pulang tak tahu arah, ataukah ia sedang diuji tuhan dengan kisah hidupnya di dunia pana.
Perjalanan hidup manusia rahasia ilahi, takdir, jodoh, hingga maut hanya Tuhan yang tahu, manusia bisa apa.? Kisah Yeti Suryati, jadikan tauladan hidup jika allah berkehendak.
Kuasa tuhan itu nyata, Yeti. Wanita paruh baya itu dipertemukan dengan Tim penanganan orang terlantar yang diprakarsai oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
Setelah melalui berbagai proses penelusuran identitas dan koordinasi lintas instansi, akhirnya Yeti berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga kandungnya, di Kelurahan Panaragan Jaya, RT 001/RW 002, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba, Selasa (21/7/2026) beberapa waktu lalu.
Tentu, keberhasilan tim Dinsos tersebut merupakan buah kolaborasi antara Dinas Sosial terhadap jajaran Kementerian Sosial Republik Indonesia, khususnya SDM Rehabilitasi Sosial (Rehsos) dan SDM Program Keluarga Harapan (PKH), yang melakukan proses tracking untuk memastikan identitas serta keberadaan keluarga Yeti Suriyati.
Dinanan, setelah identitas dan alamat keluarganya dipastikan, Dinsos Tubaba melalui Bidang Rehabilitasi Sosial menyerahkan langsung Yeti Suryati kepada kakak kandungnya. Tarmuji, di kediamannya.
Penyerahan tersebut juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi warga yang mengalami kondisi terlantar.
Dinas Sosial Tubaba juga menegaskan, penanganan orang terlantar tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar selama proses penanganan, tetapi juga memastikan mereka dapat kembali ke lingkungan keluarga yang aman dan layak.
Karena itu, Dinsos Tubaba berharap kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan apabila menemukan warga yang diduga terlantar atau membutuhkan perlindungan sosial.
Dengan penanganan yang cepat dan kolaboratif, diharapkan setiap warga yang terpisah dari keluarganya dapat memperoleh kembali hak atas perlindungan, perhatian, dan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga. (Dirman)


















Discussion about this post