BANDAR LAMPUNG (TransLampung.ID)-Sepeninggalan orde baru, masa kejayaan presiden Republik Indonesia (RI) Ke II, dengan gelar bapak Pembangunan, H.Muhammad Soeharto, seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai merauke mendapatkan jaminan kehidupan yang aman dan tentram.
Era itu, masyarakat senusantara tidak pernah merasa khawatir, takut, cemas, apalagi was was dari tindak komplotan pelaku kejahatan, seperti perampokan, pembegalan, dan penyakit masyarakat lainnya.
Masa itu, pemerintah benar benar melibatkan diri untuk rakyat dan demi rakyat, dengan penuh ketegasan negara mengambil tindakan terukur dengan tekad pembersihan terhadap semua individu para pelaku kejahatan kala itu. Dengan cara, operasi Misterius atau sering disebut Petrus.
Pasca operasi itu, tidak ada lagi pelaku kejahatan yang bernyali apalagi ingin beraksi, mereka semua yang terbukti terlibat kejahatan tumbang. Alhasil, rakyat pun tenang.
Setelah masa orde baru berlalu, para elit politik angkat suara, alih alih penegakan aturan kemanusian, undang undang diatur, pasal demi pasal disahkan, namun itu semua bak ujung tombak yang diarahkan kepada rakyat.
Pasal demi pasal dapat dibeli, aturan bisa diubah bagi mereka yang memiliki kekuasaan, kekayaan dan jaminan perlindungan dari penguasa.
Disini penulisan sebatas menggambarkan, ibarat panggang jauh dari api, kondisi keamanan dulu dan masa kini, utamanya para komplotan pelaku tindak kejahatan kian merajalela.
Kali ini, kawanan pelaku tersebut bertindak diluar nalar, mereka beraksi dan menembak mati korban yang notabene merupakan anggota Kepolisian bertugas di polda lampung, dengan pangkat Brigpol Arya Sepena (32) dia meregang nyawa setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.
Berdasar informasi yang diperoleh TransLampung.ID,
Pada Sabtu 09 Mei 2026 sekitar pukul 05.30 Wib di Toko Yuzi Akmal Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung, terjadi Peristiwa Penembakan yang diduga dilakukan oleh komplotan Pelaku Pencurian Sepeda Motor terhadap Korban atas nama Arya Supena (32) yang merupakan anggota Polri dengan Pangkat Brigadir Polisi.
Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian. Andri (45) dan Nuraini (27) yang merupakan karyawan Yuzi Akmal juga selaku pemilik sepeda motor Honda Beat BE 2826 NBM beserta Taufik (46) selaku pekerja tukang sapu, di jalan Wartawan Gang. H. Akhmad II, Kelurahan Gunung Sula, Kecamatan Way Halim Bandar Lampung, mengatakan.
Sekitar pukul 05.30 Wib korban tiba di Toko Yuzi Akmal Labuhan Ratu dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat Street Warna Hitam Nopol BG 6138 ACY, kemudian korban melihat ada 2 orang laki-laki dan salah satu pelaku sedang merusak kunci stang sepeda motor Honda beat warna Biru Putih BE 2826 NBM.
“Saat itu, korban menegur pelaku kemudian pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakan senjata api ke arah korban dan terkena di kepala bagian samping sebelah kanan tembus ke bagian kiri” Kata Saksi.
Saat itu lanjut dia, setelah terjadi penembakan terhadap korban, kawanan pelaku tersebut langsung melarikan diri dengan berboncengan menggunakan sepeda motor milik pelaku.
“Saat pelaku akan melarikan diri senjata api sempat terjatuh dan pelaku mengambilnya kembali, kemudian pelaku kabur berboncengan dengan pelaku lainnya sambil menodongkan senjata api ke arah saya” Imbuhnya.
Atas peristiwa tersebut, korban dalam keadaan kritis, setelah mendapatkan pertolongan dari pihak medis RS Bhayangkara Polda Lampung, nyawa korban tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.
Sementara, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti milik pelaku dan Korban diantaranya. 1 buah kunci T milik pelaku, 1 Unit sepeda motor yang hendak dicuri pelaku, 1 Unit sepeda motor Korban, dan 1 unit Handphone milik korban.
Pasca peristiwa tindak kejahatan yang selama ini kian marak di bumi Lampung, masyarakat khalayak umum menunggu langkah tegas pemerintah baik pusat dan daerah, khususnya pihak Kepolisian dapat sungguh sungguh melakukan pemberantasan kepada semua pelaku terkait, demi kembalinya kehidupan masyarakat yang aman, damai dan tentram seperti masa orba. (Dirman)


















Discussion about this post