KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Walikota Metro kembali mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro.
Di mana salah satu program yang dilaksanakan yakni Jumat Manfaat. Adapun pada program Jumat Manfaat tersebut, Walikota Metro seluruh kepala OPD untuk bersedekah.
Demikian disampaikan Walikota Metro, Bambang Iman Santoso saat meluncurkan program BAZNAS Berbagi dalam rangkaian Peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah yang digelar di Wisma Haji Al Khoiriyah, pada Minggu 29 Juni 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan dukungannya terhadap BAZNAS Kota Metro. Ia juga mengingatkan kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kota Metro.
“Ayo infak, saya lihat masih ada lurah yang belum mau berinfak. Lurah kan hanya Rp 25.000, Camat Rp 50.000 dan Kepala Dinas Rp 100.000,” ujarnya.
“Setiap Jumat saya mencontohkan berinfak pada BAZNAS Rp 250.000. Saya mentransfer lebih dari jam 6 saja rasanya malu, ini malah nggak transfer berminggu-minggu,” katanya.
Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan seluruh kepala OPD untuk bersama-sama berbuat kebaikan dengan menyisihkan sedikitnya hartanya di BAZNAS Kota Metro.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Walikota meminta Bagian Kesra Setda Kota Metro untuk segera mengingatkan Bagian Hukum dalam menyusun draf Peraturan Walikota (Perwali) sebagai payung hukum BAZNAS Kota Metro.
“Saya minta Pak Kabag Kesra untuk mengingatkan kepada Kabag Hukum terkait Perwali ini. Kalau itu dianggap penting sebagai payung hukum bagi BAZNAS Kota Metro kenapa tidak, saya pasti dukung untuk segera dibahas lebih lanjut,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Lampung, Lukmanul Hakim menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkota Metro terhadap BAZNAS Kota Metro.
Dikatakannya, sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah, BAZNAS memang harus bersinergi dengan Pemkot Metro, dalam membantu tugas-tugas Walikota Metro.
“Bila Kepala Daerah bisa sejalan dengan BAZNAS dalam melaksanakan tugas pemerintahannya, maka ibarat tangan kanan pegang anggaran APBD dan tangan kirinya pegang dana Baznas,” paparnya.
“Bila dalam kondisi darurat karena dana APBD harus melalui proses pencairannya, sebaliknya dana Baznas bisa sewaktu-waktu digunakan untuk tanggap darurat. Maka sinergi ini akan sangat baik bagi BAZNAS maupun bagi pemerintah daerah,” bebernya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Metro, Joko Suroso, menjelaskan peluncuran program BASNAS Berbagi dilakukan dengan penyerahan bantuan modal usaha bergulir bagi 33 pelaku UMKM. Di mana masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp2 juta.
“Kegiatan BAZNAS Berbagi dilakukan dengan menggelar kegiatan sunatan massal bagi 54 anak yang berasal dari 22 kelurahan di Kota Metro. Lalu, pemberian paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menyampaikan terimakasih kepada Pemkot Metro atas dukungannya terhadap BAZNAS Kota Metro. Pun demikian pada OPD yang telah menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya.
Ia berharap Perwali tantang pengelolaan zakat, infak dan sedekah, dapat segera diselesaikan sebagai payung hukum Baznas Kota Metro.
“Kepada penerima manfaat, saya mengajak untuk bersama-sama mengambil bagian membantu tugas-tugas Baznas. Karena kedepan BAZNAS akan mengagendakan membentuk Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada tingkat kelurahan,” tuturnya. (Ria Riski A.P)



















Discussion about this post