PANARAGAN (translampung.id)– Ikuti seleksi tambahan, tiga dari empat Bakal Calon Kepala Tiyuh Antar Waktu Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, dinyatakan lolos dan resmi maju dalam Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023.
Seleksi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Senin (24/07/2023) pukul 13.25 Wib. – 14.25 Wib. Adapun ketiga Bakal Calon yang lolos seleksi tambahan adalah Bursyah dengan nilai 96, Darsani dengan nilai 99, dan Edyson dengan nilai 98. Sedangkan satu Bakal Calon lainnya yang dinyatakan tidak lolos yakni, Jazuli dengan nilai 71,75.
Dikatakan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Tiyuh Antar Waktu Tiyuh Panaragan, Basyah Putra. Bahwa ketetapan hasil seleksi tambahan terhadap empat Bakal Calon telah dituangkan dalam Berita Acara Nomor 005/BA/PANPELKATI-AW/PN-TBT/TUBABA/2023 tentang Pelaksanaan Seleksi Tertulis Bakal Calon Kepala Tiyuh Antar Waktu.
“Seleksi tambahan ini berupa tes tertulis terhadap Bakal Calon Kepala Tiyuh Antar Waktu dengan menggunakan materi seputar pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan. Dan untuk diketahui, seleksi ini kita lakukan karena dalam peraturan PAW maksimal hanya diperbolehkan tiga Bakal Calon saja. Dan Alhamdulillah hari ini tes telah berjalan dengan lancar,” terangnya, saat dikonfirmasi media di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Bakal Calon Kepala Tiyuh Bursyah, usai pengumuman hasil nilai tes tertulis di kantor DPMT Tubaba, mengungkapkan bahwa tes tertulis yang dilaluinya merupakan bagian dari penajaman ilmu pengetahuan dan pengalaman pemerintah yang pernah dilakukannya selama menjadi Aparatur Sipil Negara, Kepala Tiyuh dan Lurah.
“Alhamdulillah saya sudah lulus tes tertulis. Saya hanya berpegang teguh dengan keilmuan yang saya miliki, pengalaman di pemerintahan baik Kecamatan, Tiyuh dan Kelurahan, serta tentunya kuasa Allah SWT untuk pengabdian saya,” kata Bursyah.
Lanjut Saidi Daud atau panggilan akrab Bursyah, bahwa niatnya kembali maju sebagai Calon Kepala Tiyuh Panaragan untuk terus memajukan dan mensejahterakan masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan, dengan mewujudkan program pemerintah yang benar-benar berdasarkan musyawarah masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Bursyah, dirinya juga akan memprioritaskan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama bagi Aparatur Tiyuh dan memberdayakan masyarakat Tiyuh Panaragan.
“Kalau untuk merubah tatanan pemerintahan Tiyuh tidak ada niat, saya akan berdayakan yang telah tertata, hanya terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan hal penting, sama halnya dengan investasi pendidikan yang proses panennya mungkin lama, tetapi hasilnya akan dirasakan selamanya,” tuturnya.
Terkait pengelolaan keuangan desa melalui program Dana Desa, dirinya menegaskan akan mengutamakan transparansi, musyawarah dan mengedepankan kepentingan masyarakat sesuai aturan.
“Semua lembaga kemasyarakatan sesuai undang-undang desa punya peran penting bersama masyarakat Tiyuh Panaragan. Akan saya habiskan sisa hidup saya untuk kemajuan Panaragan, sejak tahun 1999 sampai 2007, saya pernah mengabdi untuk Tiyuh, bahkan dulu tidak ada Dana Desa, tapi saya ikhlas berbuat untuk membangun Tiyuh Panaragan,” ungkapnya.
Sedangkan Edyson, dirinya menyatakan mencalonkan diri menjadi Kepala Tiyuh PAW Panaragan untuk mensejahterakan masyarakat dan tidak mempersulit apapun keinginan masyarakat serta, tidak kalah penting mengutamakan musyawarah.
“Bila saya terpilih insyaallah saya tidak akan melakukan perombakan, saya juga akan mempertahankan Aparatur Tiyuh yang ada. Sedangkan untuk penyerapan Dana Desa saya akan mematuhi peraturan yang ada, mana yang harus diprioritaskan. mohon doanya agar kepada masyarakat Tiyuh Panaragan agar saya bisa menang,” kata Edyson.
Ditempat yang sama, Darsani, dengan tegas menyertakan berencana merubah cara berpikir masyarakat Tiyuh Panaragan atas pencalonannya sebagai Kepala Tiyuh Panaragan.
“Jika saya terpilih sebagai Kepala Tiyuh Panaragan maka langkah awal yang harus saya tempuh adalah mengubah mindset. Selama ini yang ada pada sebagian masyarakat Panaragan, yang selalu bertanya tentang saya, dapat apa saya dari Tiyuh Panaragan, apa yang saya dapat dari Tiyuh Panaragan. Maka kalau saya terpilih, mindset itu harus kita ubah menjadi apa yang bisa saya berikan untuk Tiyuh Panaragan,” kata Darsani.
Terkait pengelolaan Dana Desa, menurut Darsani, seyogyanya dapat dikelola secara transparan.
“Nantinya harus kita terangkan kepada masyarakat berapa yang kita dapat, kemudian kita gunakan untuk apa, kita jelaskan secara terbuka dan transparan pada masyarakat. Lalu, dalam penggunaan Dana Desa itu juga harus kita gali semaksimal mungkin partisipasi dari masyarakat, ide-ide apa dari masyarakat harus kita serap dengan baik.” kata Darsani.
Selain itu, Darsani juga menepis bahwa, selama ini mungkin ada desas-desus dari masyarakat Tiyuh Panaragan bahwa dirinya orang tamak dan gila pangkat dan jabatan.
“Mungkin masyarakat menilai saya sebagai seorang tentara terlalu tamak, kenapa harus meninggalkan tentara untuk sebuah politik di Panaragan. Saya jelaskan disini bahwa saya tidak gila pangkat dan jabatan, karena pangkat dan jabatan itu saat ini saya sudah ada. Tapi saya mohon izin, jangan bandingkan antara pangkat dan jabatan yang saya miliki saat ini dengan politik di Panaragan,” tuturnya.
Menurutnya, menjabat sebagai Kepala Tiyuh Panaragan itu adalah panggilan jiwa untuk melanjutkan pengabdian di kampung halaman asal ibunya.
“Kalau sudah panggilan pengabdian, jangankan pangkat dan jabatan, nyawa sekalipun bila itu diminta saya siap. Karena itu adalah semangat pengabdian yang saya tanamkan sejak selama 24 tahun saya di TNI. Saya berdinas di Angkatan Darat, di KODIM 0426 Tulang Bawang sebagai BABINSA Menggala Selatan, sebagai Sersan Kepala.
Saat ini saya sudah mendapatkan cuti, izin dari Dandim tapi lebih kuat lagi kemarin sudah diizinkan dari Kodam Dua Sriwijaya untuk mengikuti PAW,” pungkasnya. (D/r)



















Discussion about this post