PANARAGAN (translampung.id)– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menargetkan Penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital pada tahun 2023 ini dapat mencapai 25 persen.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Disdukcapil Tubaba, Ahmad Hariyanto, saat dikonfirmasi translampung.id diruang kerjanya, Rabu (15/03/2023).
Menurutnya, target tersebut merupakan target yang ditetapkan pula oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri yang menargetkan sebanyak 25 persen penduduk Indonesia sudah meregistrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital tahun ini.
“Target 25 persen yang ditetapkan tersebut dihitung dari jumlah penduduk yang sudah perekaman. Dan total penduduk Kabupaten Tubaba yang telah masuk perekaman sebanyak 214.719 jiwa. Artinya, minimal tahun ini sekitar 53 ribu penduduk sudah bertransformasi ke KTP Digital,” jelasnya.
Kata dia, penerapan KTP Digital ini penting untuk semua orang, karena kedepan semua pelayanan akan mulai beralih ke digital. Dan kemungkinan sudah tidak akan ada lagi KTP secara fisik atau e-KTP kedepannya atau dikurangi.
“Jadi KTP Digital ini menggantikan e-KTP. Dan keuntungan KTP Digital ini tentunya masyarakat tidak perlu lagi membawa kartu-kartu seperti KTP, BPJS, Beasiswa, Bantuan Sosial, dan lain-lain, karena kedepan akan diintegrasikan semuanya ke dalam IKD atau KTP Digital tersebut,” tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk bertransformasi ke KTP Digital. Sebab, IKD ini sudah dilindungi dengan sistem keamanan yang baik. Sehingga Tahun ini mulai gencar disosialisasikan dan diterapkan.
Lebih jauh dia menerangkan, pihak Disdukcapil juga terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera meregistrasi KTP Digital, dan sejauh ini sudah ada lebih dari 1.000 penduduk yang telah terdaftar pada KTP Digital di Tubaba.
“Bertransformasi ke KTP Digital tidaklah sulit, cukup memiliki HP Android, mendownload Aplikasi IKD tersebut. Nantinya barulah melakukan proses registrasi dan verifikasi dengan petugas Disdukcapil, dan melalui Tiyuh atau Kecamatan juga sudah bisa. Saya berharap kita semua dapat mensukseskan program ini,” imbuhnya. (D/r)
















Discussion about this post