PANARAGAN (translampung.id)– Pemerintah Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menyusun 5 program prioritas dalam rangka upaya pencegahan dan penurunan stunting.
Hal tersebut disampaikan Camat TBT, Achmad Nazaruddin, saat dikonfirmasi translampung.id, Selasa (01/11/2022).
Dikatakannya, adapun 5 program tersebut adalah, 1).Pendirian Dapur Sehat (Das’at) di masing- masing Tiyuh yang diselaraskan dengan program Posyandu Tiyuh dalam pemberian makanan sehat bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, serta Balita pada saat pelaksanaan Posyandu.
“Kemudian, 2). Mensukseskan program Nenemo Mandiri Pangan sebagai upaya Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga berbasis Rumah Tangga. 3). Pemberian Makanan Tambahan berupa susu serta MP-ASI bagi Batita dan Balita. 4). Pendampingan terhadap Catin (Calon Pengantin) pada saat Pra-Nikah oleh PAI (Penyuluh Agama Islam) dan Penghulu. 5). Sinkronisasi Data Stunting dari Tingkat Suku, Tiyuh, sampai tingkat Kecamatan guna mengetahui perkembangan stunting.” Jelasnya.
Menurutnya, ke 5 program prioritas pencegahan dan penurunan stunting tersebut dirumuskan setelah dilaksanakannya kegiatan Rembuk Stunting Kecamatan TBT pada Senin (31/10/2022) pukul 13.00 Wib kemarin, di Balai Tiyuh (Desa) Tirta Makmur.
“Setelah mendengar penjelasan narasumber dari UPT Puskesmas Panaragan Jaya, Candra Mukti, dan Puskesmas Mulyo Asri, maka kita Pemerintah Kecamatan TBT bersama Peserta Rembuk Stunting dari unsur Forkompimcam TBT, KUA, Apdesi, TP-PKK Kecamatan, TP-PKK Tiyuh dan Kelurahan, Pendamping Penyuluh KB, Pendamping Desa dan PLD, Tokoh Masyarakat dan Agama, Pelaku Usaha, Karang Taruna, hingga perwakilan Forum Anak TBT, merumuskan ke 5 program prioritas itu.” Ungkapnya.
Kata dia, dalam melaksanakan program pencegahan dan penurunan stunting, tentunya diperlukan sinkronisasi dan persamaan persepsi.
“Saya berharap program yang telah dirumuskan ini dapat dijalankan dengan baik kedepannya dan didukung berbagai pihak. Sebab, Stunting ini sudah menjadi permasalahan dan program Nasional, karena Stunting atau kurang gizi yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, dinilai sangat membahayakan. Sehingga, diperlukan kerjasama kita semua dalam mencegah terjadinya hal tersebut menuju generasi yang sehat dan berkualitas.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post