TransLampung.ID Lampung Barat – Menyikapi kelangkaan minyak goreng (migor) dengan harga yang terus beranjak naik, Anggota DPRD Lampung Barat (Lambar) Komisi II Bambang Duwi Saputra, minta Pemkab menggelar Operasi Pasar (OP). Minggu (20/2/2022)
Pasalnya sejak beberapa minggu terakhir masyarakat khususnya emak-emak (Ibu Rumah Tangga) mengeluhkan kelangkaan kebutuhan pokok tersebut dengan harga yang berangsur naik. Teranyar, Minggu (20/2/2022) di Pasar tradisional Pekon Kenali Kecamatan Belalau migor dijual dengan harga Rp. 38.000 per liter hingga Rp. 40.000 per liter.
Dikatakan Bambang, Anggota DPRD Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menjelaskan, kondisi dilapangan secepatnya harus disikapi Diskoperindag yang memiliki tupoksi dalam hal ini. Jangan sampai ini berlarut-larut mengingat bulan suci Ramadhan sebentar lagi kebutuhan migor akan semakin meningkat.
Ini harus di antisipasi, mengambil langkah cepat dan konkrit, “apakah terjadi karena tidak adanya pengiriman dari pusat, distributor atau ada hal lain, harus di inventarisir segera,” jelas Bambang
Menurut dia yang juga Sekertaris Karang Taruna Lampung Barat, kelangkaan migor sejak dua pekan terakhir tidak hanya terjadi di Bumi Skala Berak melainkan juga terjadi di Kabupaten/Kota Provinsi Lampung.
Sehingga Pemkab segera mengambil langkah-langkah strategis seperti halnya, “Pemkab mengadakan Operasi Pasar migor karena salah satu kebutuhan pokok emak-emak dalam rumah tangga dan mengingat harga kian meroket,” harapnya. (Safri)


















Discussion about this post