PANARAGAN (translampung.id)– Kali pertama, program Tubaba berkurban di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, segera terlaksana pada Idul Adha 1443 Hijriah atau tahun 2022 Masehi ini.
Dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tubaba, Nurkholis Majid. Total terdapat 175 Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemerintah setempat yang terdata mengikuti program Tubaba Berkurban yang disusun sejak tahun lalu.
“Masing-masing Pejabat akan menyumbang 1 ekor Kambing pada program atau gerakan Tubaba Berkurban ini.” Kata Nurkholis, kepada translampung.id, Jumat (27/5/2022).
Menurutnya, dalam menyumbang kurban tersebut, para Pejabat hanya diminta dana Rp.2,7 Juta saja, yang proses pembayarannya melalui bank BPRS Tani.
“Mengingat kita akan segera memasuki Idul Adha pada bulan Juli mendatang, maka diminta kepada seluruh Pejabat pada program Tubaba Berkurban ini untuk segera melakukan pelunasan, terakhir tanggal 16 Juni 2022.” Ujarnya.
Dari 175 Pejabat itu, lanjut dia, belum kita pastikan juga apakah dapat terealisasi semua, dan sejauh ini baru 60 persen dana yang sudah masuk.
“Saat pembentukan program ini pada tahun lalu, para Pejabat telah diimbau agar bisa menabung setiap bulannya di BPRS Tani, sehingga saat menjelang lebaran Idul Adha sudah lunas.” Ungkapnya.
Gerakan Tubaba berkurban ini akan segera dilaunching dalam waktu dekat, dimana dalam proses pendampingan pada pelaksanaan program ini, pihak Pemkab bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat.
“Pekan depan kemungkinan para Camat sudah akan kita ajak berkoordinasi, karena untuk beli Kambing nya akan kita serahkan ke Camat untuk diteruskan ke setiap Tiyuh (Desa), sehingga akan rata.” Jelasnya.
Program ini tentunya bertujuan membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapat daging saat hari raya kurban, meningkatkan perekonomian karena ternak yang dibeli asli dari daerah, serta menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.
“Dengan demikian, maka program ini konsepnya adalah dari Tubaba untuk Tubaba.
Sebab, para Pejabat yang bekerja dan berkarir di sini secara otomatis mendapat gaji dan pendapatan dari masyarakat setempat. Sehingga sudah selayaknya juga mereka berkurban di Tubaba untuk membantu masyarakat.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post