Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada TUHAN karena terpapar Covid-19. Sakit ini menghentikan sementara aktivitas saya di berbagai kota.
Seharusnya minggu lalu selama enam hari saya berada di Sumatera Utara. Banyak agenda di sana. Setelah itu melanjutkan ke Yogyakarta. Pada waktu yang bersamaan ada undangan di Palembang, Sumatera Selatan. Namun tidak bisa saya penuhi.
Begitu juga pada minggu ini, semestinya Senin sampai Jumat saya di Papua. Sesuai rencana, ada undangan untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dari Wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano.
TUHAH menghentikan semua rencana itu. Dengan terpapar Covid-19, saya harus isolasi mandiri (isoman). Istirahat total. Sekaligus pemulihan.
Ibaratnya mobil, selama ini melaju dengan kecepatan tinggi. Tancap gas. Melewati berbagai medan dan cuaca. Sehingga mesinnya panas. Bahkan panas sekali karena nyaris tidak pernah berhenti sekedar untuk istirahat.
Jika mobil tersebut dipaksakan terus melaju kencang, mesinnya bisa jebol. Bahkan mungkin rusak total. Tidak bisa digunakan lagi.
Sejak Minggu malam lalu (13/2/2022) berhenti total. Tidak hanya sekedar pendinginan mesin, tapi istirahat secara keseluruhan.
Pengalaman Pribadi
Tidak hanya itu. Saya kini tahu rasanya bagaimana terpapar Covid-19 meski hanya skala ringan. Sehingga bisa bercerita terutama kepada mereka yang belum pernah mengalaminya.
Meski ceritanya tidak sedramatis yang dialami banyak orang. Termasuk yang nyaris meninggal karena terpapar Covid-19.
Dua tahun terakhir, selama pandemi Covid-19, saat Sharing Komunikasi dan Motivasi, saya selalu menyinggung hal ini. Mengaitkannya dengan mensyukuri kesehatan dari TUHAN.
Namun tidak bisa cerita banyak tentang bagaimana rasanya terpapar Covid-19. Karena belum pernah mengalaminya.
Kini bisa cerita secara detil. Sebagai pelakunya. Jadi bukan katanya atau menurut kisah yang disampaikan orang lain.
Tidak hanya bercerita. Saya bisa memberikan berbagai masukan untuk mengantisipasi dan penyembuhannya. Semuanya berdasarkan pengalaman pribadi sehingga lebih kredibel.
Saya yakin sedikit banyak cerita yang saya sampaikan bermanfaat buat mereka yang menyimaknya. Paling tidak sebagai referensi pribadi.
Juga dari semua cerita itu banyak hikmah yang bisa diambil. Termasuk betapa tidak berdayanya manusia ketika TUHAN telah “memerintahkan” untuk istirahat. Menghentikan aktivitas rutin.
Introspeksi Diri
Sampai kapan istirahatnya? Hanya TUHAN yang tahu sebagai pemiliknya. Jika sudah cukup istirahat, tentu mobilnya akan jalan kembali. Dengan lebih hati-hati. Mengatur semuanya agar tidak mengalami kejadian serupa.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada TUHAN karena dengan caraNYA memberi peringatan. Bahkan “memaksa” untuk istirahat total.
Hebatnya cobaan yang diberi cukup ringan. Hanya disuruh istirahat untuk sementara waktu.
Sakit hanya caranya saja. Gejala ringan terpapar Covid-19. Sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit. Cukup isoman di rumah.
Selama isoman, saya banyak instrospeksi diri. Salah satu kesimpulannya merasakan berbagai kebaikan TUHAN. Hal itu dari waktu ke waktu terus bertambah.
Meski isoman, tidak pernah merasa kesepian. Mendapat perhatian penuh dari keluarga. Sedangkan saudara-saudara dan teman-teman silih berganti menyapa saya.
Termasuk pagi ini masih banyak yang memberi perhatian. Diantaranya adalah dari sahabat baik saya, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Nana Sudjana dan wartawan senior yang pernah jad redaktur saya di Harian Suara Indonesia, Koesnan Soekandar.
Mereka memberikan perhatian yang besar dan semangat agar saya segera sembuh total. Sehingga bisa beraktivitas kembali. Ketemu banyak orang dan berbagi.
“Ayo segera sembuh Pak Aqua. Ribuan orang menantikan kehadiran bapak untuk dimotivasi,” ujar mereka senada. Alhamdulillah…
Insya ALLAH atas izin TUHAN, minggu depan saya bisa beraktivitas kembali. Setelah dua minggu penuh istirahat di rumah Bogor. Aamiin ya robbal aalamiin…
>>>🇮🇩Dari Bogor saat mensyukuri terpapar Covid-19, saya ucapkan selamat berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian. Salam hormat buat keluarga. 09.45 22022022😃🇮🇩<<< Aqua Dwipayana MOtivator Nasional dan Penulis Buku Best Seller


















Discussion about this post