PRINGSEWU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu bekerja sama dengan MAN 1 Pringsewu menggelar Diklat Dasar Jurnalistik bagi 20 pelajar yang tergabung dalam komunitas penulis Laskar Tinta Emas, Jumat (4/9/2026).
Ketua PWI Pringsewu, Joko Sulistiyo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai dunia jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita, perbedaan pers dengan media sosial, hingga pentingnya menaati kode etik jurnalistik.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para siswa semakin semangat menulis, meningkatkan literasi, serta mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik dan benar sesuai Kode Etik Jurnalistik dan kaidah penulisan berita 5W+1H,” ujarnya.
Kepala MAN 1 Pringsewu, H. Sarjono, S.Pd., M.Pd., menilai kemampuan literasi menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, generasi muda harus mampu memilah informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
“Tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. Masih banyak hoaks yang beredar di masyarakat. Melalui diklat ini, kami ingin membangun budaya literasi agar siswa mampu menghasilkan informasi yang positif dan bermanfaat,” katanya.
Sarjono juga mengungkapkan rencana mengembangkan kegiatan serupa dalam skala yang lebih luas dengan melibatkan perwakilan siswa MAN dan MTs se-Kabupaten Pringsewu melalui kolaborasi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu.
Diklat menghadirkan dua narasumber dari PWI Pringsewu. Nandang Suprianto menyampaikan materi mengenai Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta sejarah singkat PWI. Sementara Tutor Manalu membawakan materi tentang teknik dasar penulisan berita, perbedaan pers dan media sosial, serta pemanfaatan media sosial secara bijak.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik menulis berita sebagai bagian dari penguatan keterampilan jurnalistik dasar. (Reza)



















Discussion about this post