PANARAGAN (TransLampung.ID)-
Seluruh aparatur Tiyuh (Desa) se Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Bersatu, meminta pemerintah setempat dapat segera menyelesaikan pembayaran penghasilan tetap (Siltap) mereka yang belum ditunaikan selama empat bulan lamanya.
Hal tersebut disuarakan oleh ratusan aparatur Tiyuh saat melakukan orasi damai di sekretariat Pemerintah Tubaba, pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 10.30 Wib.
Menurut Ketua forum aparatur Tiyuh se Tubaba. Basyah Putra, mengatakan, tindakan yang mereka lakukan semata mata murni untuk memperjuangkan hak aparatur Tiyuh yang belum terselesaikan oleh Pemda Tubaba selama empat bulan terhitung sejak bulan Mei hingga Agustus 2026.
“Dalam orasi itu kami semua sepakat meminta Pemda Tubaba segera menyelesaikan tunggakan siltap aparatur Tiyuh yang belum terbayarkan, dan memastikan siltap kedepan dibayarkan tepat waktu (non-rapel), kami juga menolak pengurangan jumlah aparatur Tiyuh, Memastikan tidak ada pengurangan siltap untuk kedepan, bahkan kepala keuangan telah menjanjikan akan menyelesaikan siltap yang tertunggak di awal bulan september ini” Kata Basyah.
Menanggapi Itu Bupati Kabupaten Tubaba, Novriwan Jaya, didampingi Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Untung Budiono mengatakan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban pemerintah daerah terhadap Tiyuh.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran tunggakan siltap tersebut karena selama ini sumber alokasi ADD berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAU) yang masuk dan itu diambil sebesar 10 Persen dari pagu.
“Karena DAU terlambat masuk, otomatis pembayaran ADD dari Pemkab ke Tiyuh terdampak juga” Kata Untung.
Lanjut dia, Pemkab Tubaba juga akan berkoordinasi dan konsultasi kepada Pemerintah Pusat melalui kementerian dalam negeri, terkait dengan PP No 16 tahun 2026.
Karena itu, Bupati Tubaba mengharapkan teman teman aparatur Tiyuh, dapat memahami keuangan daerah dan hal ini juga tidak hanya dialami kabupaten Tubaba tapi juga dialami oleh Kabupaten lainnya.
Selain itu kata dia, Bupati juga sangat mengerti terkait keterlambatan gaji dan juga memahami bahwa aparatur Tiyuh menjadi garda terdepan dalam pelayanan.
“Untuk pembayaran gaji aparatur Tiyuh ini, begitu DAU masuk langsung kita realisasikan pembayarannya. Tentu, pembayaran siltap itu juga tetap menyesuaikan dengan DAU yang masuk” Imbuhnya. (Dirman)


















Discussion about this post