KOTAMETRO, TRANSLAMPUNG.ID – Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro kembali berlaga menjadi salah satu peserta dalam lomba kelurahan tingkat Kota Metro.
Di mana dalam lomba kali ini, Kelurahan Rejomulyo mengunggulkan 6 inovasi baru sebagai produk unggulan kelurahan.
Adapun inovasi tersebut antara lain Gerakan Makan Sayur Hijau dan Buah (GEMAYURIBU), Gerakan Makan Ikan Lele (GEMARIKAN LE), Tabungan Subuh Bantu Cegah Stunting (TAHU BUNTING).
Lalu, Nabung Sampah Cegah Stunting
(NASABAH CETING), Edukasi Simulasi Pengolahan Makanan Bergizi
(ES PELANGI CETING), dan Siap dan Tanggap Jaga Masyarakat (LINMAS SIGAP MAS).
Demikian disampaikan Lurah Rejomulyo Margono, saat menerima kunjungan tim penilai lomba kelurahan tingkat Kota Metro pada pada Senin 19 Mei 2025.
Ia mengatakan, sejumlah inovasi unggulan Kelurahan Rejomulyo n tersebut merupakan program yang dijalankan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat.
“Kemudian kader kesehatan, PKK, Karang Taruna, dan tokoh-tokoh di masing-masing lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain beberapa inovasi tersebut, Kelurahan Rejomulyo juga terus pelayanan masyarakat baik di bidang pendidikan, kesehatan, fisik, sosial dan budaya. Ini seperti di bidang pendidikan, Rejomulyo memiliki 11 satuan pendidikan dari TK, SD, SMP dan SMA.
“Ketersediaan fasilitas pendidikan ini kami maksimalkan untuk mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia. Sehingga kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kelurahan Rejomulyo,” ujarnya.
Lalu, di bidang kesehatan, Rejomulyo memiliki 7 Posyandu aktif, antara lain 1 Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan), 1 Puskesmas Pembantu (Pustu), 1 Klinik Kesehatan.
“Layanan kesehatan ini berperan penting dalam memberikan pelayanan preventif dan promotif kepada masyarakat. Ini terutama dalam rangka menjaga kesehatan ibu dan anak serta mencegah penyakit menular dan tidak menular,” ungkapnya.
Selanjutnya, di bidang kelembagaan sosial, Kelurahan Rejomulyo memiliki 249 Kader aktif dari berbagai sektor seperti PKK, Posyandu, PHBS, BKB, BKL, dan lainnya. Lalu, 55 Guru Ngaji, Marbot, Juru Kunci, dan Kaum. Lalu, 9 Masjid dan 17 Mushola.
“Kekuatan sosial ini menjadi fondasi utama dalam membangun semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga,” katanya.
Menurut Margono, gotong royong dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi pembangunan di Rejomulyo. Selain itu juga, peran aktif warga melalui Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), RT/RW, Posyandu, dan Karang Taruna.
“Keikutsertaan Kelurahan Rejomulyo dalam Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro bukan semata ajang kompetisi, tetapi merupakan refleksi dari kerja kolektif yang selama ini dibangun,” ungkapnya.
Ia menambahkan dengan semangat CERDAS, Rejomulyo berkomitmen untuk terus menjadi kelurahan yang tumbuh, tangguh, dan maju demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Ria Riski A.P)

















Discussion about this post