Translampung.id,Kalianda – Gerak cepat kembali ditunjukkan tim Damkar Lampung Selatan. Kali ini, seorang warga Desa Pauh Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Siska Wulandari, pada Kamis (8/5/25) jelang maghrib sekitar pukul 17.50 WIB menghubungi Kepala Dinas Damkar Lampung Selatan, Sefri Masdian meminta bantuan untuk melepaskan Cincin dijari tangan adiknya, Sabila Luthfia (20 th), yang mulai menyempit.

Penyempitan terjadi lantaran Sabila Luthfia mengalami kecelakaan lalu lintas (terjatuh,red) pada Selasa, 6 Mei 2025 yang lalu hingga menyebabkan sejumlah luka pada bagian tubuhnya, termasuk bagian jari tangannya yang membengkak sehingga mengakibatkan penyempitan.
Usai menerima laporan, lanjut Sefri segera memerintahkan anggota Damkar Posko Kalianda untuk segera mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
“Sore jelang maghrib, saya dihubungi oleh Siska, meminta bantuan melepaskan cincin di jari bagian tengah adiknya yang habis mengalami kecelakaan,” ungkap Sefri.
Keterangan yang kami dapat, lanjut dia pembengkakan terjadi karena saat terjatuh, jari tangan saudari Sabila tergusur di aspal sehingga menyebabkan banyak luka.
Karena kondisi Sabila yang tidak memungkinkan untuk datang ke posko kami, maka saya perintahkan tim untuk datang ke rumah Sabila.
“Hanya berselang 2 (dua) menit, tim kami segera menuju kediaman Sabila dan sampai dilokasi sekitar pukul 18.15 WIB. Dan alhamdulillah evakuasi cincin selesai sekitar pukul 19.36 WIB,” kata Sefri.
Sementara itu, Luqmansyah orang tua dari Sabila Luthfia menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan cepat dan sigap dari tim Damkarmat Lampung Selatan.

“Kami sangat berterima kasih atas pelayanan yang luar biasa cepat dan penuh empati dari petugas Damkarmat Lampung Selatan,”ujar Luqmansyah.
Tidak lupa Sefri mengimbau, masyarakat untuk tidak ragu menghubungi mereka dalam kondisi darurat serupa dan menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lampung Selatan tanpa dipungut biaya.
“InsyaAllah kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa dipungut biaya, alias gratis,” pungkasnya.(Johan/Rls Damkar Lamsel)

















Discussion about this post