Lampung Utara, Translampung.Id – Menguak dugaan adanya penggelembungan siswa didalam data pokok pendidikan (dapodik) siswa di Sekolah dasar negeri (SDN) 01 desa negara batin kecamatan Sungkai Utara.
Setelah ditelusuri tim media ini, diketahui jika kepala sekolah SDN 01 Negara Batin berinisial H, dan operator sekolah tersebut adalah suami dari kepala sekolah berinisial TK.
Jika memang terbukti kebenaran dari informasi itu, otomatis dengan adanya penggelembungan data dapodik siswa tersebut, bisa jadi digunakan untuk meraup keuntungan dari realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh pemerintah pusat
Dari hasil penelusuran tim media ini, didapat informasi, setidaknya ada 6 sampai 7 siswa sekolah Islam (madrasah) yang disinyalir dimasukkan dalam Dapodik SD Negeri 01 Negara Batin. Ketujuh peserta didik tersebut yakni CAP, MBA, RCA, SI, SAA, SNA, dan WSU yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di desa setempat.
“Ada sekitar 6 atau 7 anak didik yang tidak bersekolah di SDN 01 Negara Batin ini, tapi di data Dapodik nama-nama anak itu sepertinya masuk data dapodik SDN 01 Negara Batin,” ungkap sumber, Jumat, 02 Agustus 2024.
Sementara itu, setelah ditelusuri, informasi yang disampaikan sumber terpercaya menguat kebenarannya. Hal itu diketahui dari data dapodik yang masuk di SDN 01 Negara Batin, siswanya bersekolah di MI yang ada didesa setempat.
Operator sekolah (TK) yang juga suami dari kepala sekolah H tersebut, membantah adanya penggelembungan jumlah siswa di sekolahnya, hal itu disampaikannya melalui handphone nya saat dikonfirmasi salah satu tim media ini di nomor 0821-8023-61XX
Menurutnya jumlah siswa di sekolah saat ini mengalami penurunan drastis. Namun saat disinggung berapa jumlah keseluruhan siswa, dirinya terkesan menutupi dengan dalih tidak hapal jumlah siswa terbaru.
“Murid kita ini menurun drastis, belum sempat menghitung karena lagi sakit ini. Enggak ada (penggelembungan) itu. Coba nanti saya cek lagi ya,” kelitnya.
Ia mengaku sudah sejak lama menjadi Operator Sekolah disana. menurut penuturannya, sejak tahun 2012, jauh sebelum istrinya menduduki posisi Kepsek di SDN 01 Negara Batin.
“Saya cek lagi, nanti saya kasih data validnya. Saya ini Operator dari tahun 2012, sekaligus suaminya Kepsek H, istri saya ini baru duduk disini. Enggak pernah yang namanya menggelembungkan data siswa di Dapodik itu,” ujar dia.
Sayangnya hingga berita ini ditayangkan, saat dihubungi tim media ini, Kepsek inisial H belum dapat dikonfirmasi, guna mendapatkan klarifikasi terhadap dugaan penggelembungan data peserta didik. Meski telepon selulernya 0821-8344-21XX dalam keadaan aktif, namun tak kunjung merespon. (Ek/tim)



















Discussion about this post