translampung.id, TANGGAMUS – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanggamus menyebutkan pada awal Juli 2024 ini, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tanggamus cenderung stabil.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Diskoperindag UMKM Tanggamus, Hj. Retno Noviana Damayanti, S.T., M.T. Menurut dia, beberapa komoditi seperti bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan. Namun, kenaikan harga tersebut tidak signifikan. Sementara cabai merah besar mengalami sedikit penurunan harga.
”Di awal Juli 2024 ini, kami pantau harga kebutuhan pokok di pasar sepertinya tidak menjadi kekhawatiran konsumen dalam membeli bahan pokok. Harga masih stabil. Tidak ada fluktuasi walaupun ada beberapa yang mengalami kenaikan,” ungkap Retno, Rabu (3/7/2024).
Berdasarkan data hasil pemantauan di sejumlah pasar di Tanggamus, kata dia, harga kebutuhan pokok seperti bawang merah Rp34.000/kilogram dari sebelumnya Rp42.000/kg.
Kemudian, bawang putih itu berkisar antara Rp36.000 sampai 38.000/kg. Sedangkan untuk cabai merah berkisar Rp34.250 hingga Rp42.500/kg.
”Untuk harga cabai rawit berkisar dari Rp39.000 hingga Rp41.500/kg, turun sedikit dari beberapa pekan lalu,” urainya.
Selain bumbu dapur, harga minyak goreng kemasan saat ini stabil di harga Rp19.875/liter dan harga telur ayam ras Rp28.750/kg. Kemudian harga daging ayam berkisar Rp28.250/kg dan harga daging sapi Rp136.667/kg.
”Secara keseluruhan, harga bahan pokok cenderung menurun dibandingkan dengan harga pada Desember 2023 saat Natal dan Tahun Baru,” terang Retno.
Retno juga menjamin bahwa untuk ketersedian bahan pokok hingga Juli 2024 dan beberapa bulan ke depan masih aman, begitu juga dengan harga jual yang relatif stabil.
Kondisi ini diharapkan tetap stabil hingga akhir tahun 2024, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan beberapa komoditas harga bahan pokok.
”Untuk memastikan kenyamanan pembeli maupun penjual, baik dari sisi tempat, stok maupun harga, Diskoperindag Tanggamus rutin melakukan monitoring di pasar-pasar tradisional,” ujar Retno.
Dengan rutinnya pemantauan di pasar serta melakukan sinergi bersama pihak terkait, diskoperindag berharap dapat menekan tingginya harga kebutuhan bahan pokok di pasar.
”Insyaallah, Diskoperindag Tanggamus terus berkomitmen untuk memberikan kenyamanan, baik kepada pedagang maupun pembeli,” tandasnya. (ayp)


















Discussion about this post