Translampung.id – KALIANDA – Ketua Palang Merah Indonesia Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto pastikan bahwa darah yang didonorkan untuk masyarakat yang membutuhkan itu gratis tanpa dipungut biaya.
“Sekarang ini tidak ada lagi istilah ada biaya untuk penebusan darah, baik itu di RSUD, PMI dan Bank darah. Dimana sebelumnya masyarakat atau pasien kerap mengeluhkan adanya pungutan untuk menebus darah. Saya pastikan itu tidak ada lagi, jika ada laporkan ke saya. Saya ini Ketua PMI,” tegas Winarni diwawancarai di depan Pintu Kantor Bupati, Selasa (10/1/2024).
Donor darah yang dilakukan itu, lanjut Winarni bertujuan untuk membantu masyarakat yang memerlukan darah. Dimana para pendonor secara iklas menyumbangkan darah mereka baik itu secara rutin atau ketika diperlukan.
“Jika darah yang mereka sumbangkan dikomersilkan, maka hal ini yang tidak boleh lagi dilakukan oleh instansi yang terkait. Sekali lagi saya pastikan semua gratis, jadi masyarakat jangan takut dan segan-segan untuk melaporkan kepada saya,” kata dia.
Terpisah salah seorang pendonor darah, yang tidak mau ditulis namanya mengaku dirinya kerap melakukan kegiatan sosial sebagai pendonor darah, baik itu diinstansi terkait atau komunitas yang menyelenggarakan donor darah.
“Awalnya saya selalu rutin mendonorkan darah, tetapi setelah mengetahui darah yang disumbangkan itu dikomersilkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sejak itu saya tidak mau lagi. Darah itu darah saya yang saya ikhlaskan, tapi kok malah dikomersilkan dengan berbagai alasan medis, dari situ mas saya tidak mau lagi,” cetusnya.
Disinggung adanya pernyataan Ketua PMI Lamsel Winarni yang secara tegas bahwa mengatakan bahwa tidak ada lagi pungutan, dirinya menyambut baik ketegasan ketua PMI Lamsel itu.
“Ya kita lihat dan buktikan, kalau tidak ada lagi pungutan makan ini yang mesti didukung peranya sebagai Ketua PMI. Sebab, jika masih saja terjadi maka sia sia darah yang disumbangkan tersebut,” pungkasnya.(Johan)

















Discussion about this post