LAMPUNG UTARA – Menyikapi persoalaan sepi nya pasien dan belum terbayarkan nya jaspel nakes di rumah sakit umum daerah (RSUD) HM Ryacudu Kotabumi, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr, Hj Maya Natilia Manan, angkat bicara.
Dikatakannya, saat ini rumah sakit ryacudu
sedang dalam pemulihan karena utang lama yang cukup besar terutama untuk obat obatan. Dan pembayaran hutang saat ini melalui dana BLUD yang diterima rumah sakit sudah mulai berkurang 5 miliar. ucapnya melalui pesan WA, Rabu (11/10/2023)
Jadi untuk menyikapi persoalan yang ada , pihak rumah sakit mengutamakan dulu untuk pembayaran obat, supaya kegiatan rumah sakit ryacudu tetap bisa berjalan. tuturmya
Sementara untuk jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan yang belum dibayarkan, itu sedang dihitung kalau bisa dibayarkan dari klaim BPJS pada bulan September ini. Jelasnya
Terkait sepi pasien dirumah sakit, Kata dr Maya Manan, saat ini, upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan itu tentunya bersifat pembinaan, dan Dinkes juga sudah membuat surat yang ditujukan kepada puskesmas, untuk merujuk pasien kerumah sakit umum Ryacudu.
” Jadi kami tetap melakukan upaya upaya supaya kegiatan di rumah sakit umum bisa berjalan, kalau hutang obat sudah bisa kita selesaikan, rumah sakit umum Ryacudu bisa bangkit lagi seperti dahulu,” ucapnya
Dan ketersediaan obat harus tetap ada, bahkan rumah sakit dalam waktu dekat ini sudah punya dokter spesialis anak, Ini yang utama kita sosialisasikan, karena masyarakat peserta BPJS punya hak memilih rumah sakit.
” Mungkin kemarin kemarin mereka pernah ke rumah sakit ryacudu obat tidak tersedia, dan untuk sekarang ini, obat dirumah sakit umum Ryacudu Kotabumi sudah tersedia,” terangnya
Terkait adanya rumor bidan bidan atau puskes yang merujuk ke rumah sakit lain, itu dikarenakan belum ada dokter anak, dan saat ini rsud Ryacudu sudah ada dokter anak, untuk pertolongan persalinan dengan tindakan operasi perlu dokter anak juga tidak hanya kebidanan.
” Kalau untuk hutang kita tetap harus bayar dari pemasukan rumah sakit, ini regulasinya. Untuk operasional, insentif dokter, listrik, simrs bisa dari APBD yang bisa bantu untuk pemulihan Rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi.” Pungkasnya (Ek)



















Discussion about this post