PANARAGAN (translampung.id)– Upaya peningkatan dan pencegahan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi perparkiran, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Perhubungan (Dishub), mulai Tahun 2023 ini melakukan modernisasi sistem perparkiran di sejumlah titik.
Disampaikan Kepala Dishub Tubaba, Ahmad Zulkifly, didampingi tim lapangan penataan perparkiran Kabupaten Tubaba, bahwa program modernisasi perparkiran merupakan upaya penataan perparkiran dengan memasang palang parkir elektronik di suatu tempat.
“Modernisasi perparkiran tersebut diantaranya sudah kita terapkan di komplek wisata Islamic Center Tubaba sejak Januari-Februari lalu. Kemudian, dalam waktu dekat juga akan segera diterapkan di Pasar Mulya Asri yang saat ini masih proses pembuatan parkir elektronik tersebut disertai pemasangan pagar rantai kelilingnya,” kata Zulkifly, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Selasa (13/06/2023).
Kata dia, program ini merupakan arahan dari pimpinan untuk menggali dan meningkatkan potensi-potensi sumber PAD yang ada, dan sudah dikoordinasikan pula dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Program ini tidak ada memakai APBD, karena kita menggunakan bantuan pihak ketiga, artinya segala biaya dari program itu ditanggung pihak ketiga yaitu, CV. Way Ketibung Jaya, yang sudah melakukan kerjasama dan tandatangan MoU hingga 2024 mendatang sebagai investor dan pengelola parkir di Tubaba,” jelasnya.
Kata dia, program modernisasi tersebut dapat memberikan manfaat terhadap semua, baik masyarakat, pihak ketiga atau pengelola parkir, dan pihak Pemda. Untuk masyarakat tentunya dengan program ini bisa memberikan rasa aman, transparan, dan kepastian pembayaran. Kemudian, kalau untuk pihak ketiga adalah mempermudah pengawasan mereka terhadap parkir, dan untuk pihak Pemda sendiri tentunya dapat meningkatkan PAD serta mencegah kebocoran dan memudahkan kontrol terhadap parkir-parkir yang ada karena sudah tersistem.
“Adapun teknis pemasangan dan penerapan parkir elektronik ini tentunya sudah berdasar penilaian atau survei potensi terlebih dahulu dari tim penataan perparkiran yang diketuai oleh pak Sunardi sebagai Sekretaris Dishub, mulai dari keramaian lalu lintas, lokasi, dan lain-lain,” terangnya.
Lanjut dia, untuk di Islamic Center misalnya, berdasar penilaian lokasi tersebut sesuai untuk dipasang parkir elektronik dengan satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Sedangkan, kalau untuk di Pasar Mulya Asri, kita siapkan dua pintu masuk dan satu pintu keluar.
“Kemungkinan untuk target lokasi berikutnya, kita juga akan segera melakukan modernisasi parkir tersebut di Pasar Dayamurni, dan mungkin kedepannya akan terus ditambah di sejumlah titik lainnya yang dinilai perlu modernisasi parkir. Tentunya, program ini kita lakukan bertahap karena memerlukan modal yang cukup besar,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, secara aturan program ini telah diatur dalam Perbup nomor 5 Tahun 2018 tentang jasa usaha, dan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang retribusi jasa usaha.
“Dalam pelaksanaan sistem parkir elektronik ini, karyawan di lapangan yang mengelola perparkiran sepenuhnya kewenangan pihak ketiga itu, tidak ada campur tangan dari Dishub, tetapi memang diarahkan tetap memberdayakan masyarakat lokal yang memang sudah paham dengan wilayah setempat,” paparnya.
Dirinya juga menerangkan, adapun untuk biaya parkir kendaraan pada sistem elektronik ini sama seperti manual, yaitu Rp.2.000 untuk motor dan Rp 2.500 untuk mobil, sedangkan untuk mobil besar seperti bus Rp.5.000. Namun, parkir itu progresif, dimana setelah 2 jam pertama, maka setiap 1 jam berikutnya akan tercatat naik atau bertambah Rp.1.000.
“Untuk pedagang pasar atau karyawan, akan diberikan perlakuan khusus dan tempat khusus untuk parkir kendaraan mereka. Kita targetkan PAD kita tahun ini bisa meningkat mencapai Rp.210 juta dari Rp.120 juta seiring diterapkannya modernisasi sistem perparkiran tersebut. Kita berharap program ini akan membawa dampak positif dan kemajuan bagi Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat diantaranya pedagang di Pasar Mulya Asri, menyambut baik program tersebut. Namun, mereka berharap agar bukan hanya penataan perparkiran saja yang dilakukan, tetapi juga bisa dilakukan perbaikan wajah Pasar untuk mempercantik kembali seperti perbaikan paping.
“Kami berharap bukan hanya tentang parkir saja yang dibenahi, tapi wajah Pasar juga diperbaiki atau dipercantik, oleh karenanya kami harap Pemkab melalui OPD terkait bisa juga membenahi seperti Paving yang sudah banyak hancur, drainase, dan lain-lain, karena dulu Pemkab pernah ada janji untuk membenahi itu,” kata satu diantara pedagang. (D/r)

















Discussion about this post