PANARAGAN (translampung.id)– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, meluncurkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang akan mulai dijalankan pada Tahun Ajaran Baru 2023/2024.
Dalam menjalankan program tersebut, Disdikbud Tubaba tengah membentuk Tim Literasi Sekolah, yang rencananya segera di SK kan pada Mei atau Juni 2023.
“Rencananya dalam waktu dekat kita akan membentuk Tim Literasi di Disdikbud terlebih dahulu, dan selanjutnya Tim Literasi di tingkat Sekolah-sekolah. Tim tersebut terdiri dari pembina, ketua, sekretaris, hingga anggota. Dan untuk di Kabupaten pembinanya adalah Kepala Dinas, dan untuk di Sekolah adalah Kepala Sekolah,” kata Kepala Disdikbud Tubaba, Budiman, melalui Kabid Dikdas, Qodhi, kepada translampung.id diruang kerjanya, Kamis (11/05/2023).
Menurutnya, Tim Literasi Sekolah khususnya SD dan SMP di Tubaba akan terdiri dari komite atau wali murid sebagai Ketua, dengan anggotanya yaitu seluruh guru dan ditambah perwakilan peserta didik sebagai duta literasi Sekolah.
“Setiap Sekolah diharuskan menerapkan program literasi ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Yang mana GLS ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan budi pekerti dan budaya membaca serta menulis di dalam diri siswa-siswi untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.
Dirinya menerangkan, dengan program GLS, setiap Sekolah akan memiliki duta Literasi yang akan dipilih dari perwakilan anak didik dimulai dari kelas 4, 5, dan 6 untuk tingkat SD, dan kelas 7, 8, 9 untuk SMP.
“Para duta Literasi akan dipilih dengan cara memberikan tugas membuat karya tulis kepada peserta didik yang temanya sudah ditentukan. Setelah itu, dari karya tulis yang dibuat akan dilihat hasilnya mana yang terbaik dan memiliki potensi, maka akan ditunjuk sebagai duta Literasi di Sekolahnya,” tuturnya.
Qodhi juga mengatakan, bahwa kedepan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan serta para penggiat literasi baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, dengan tujuan untuk membina murid-murid yang telah ditunjuk sebagai duta literasi agar dapat membuat karya tulis yang lebih baik lagi.
“Kita ingin dari karya tulis yang dihasilkan oleh para peserta didik khususnya duta literasi dari program GLS ini bisa benar-benar menjadi bahan bacaan, walaupun tidak bisa sampai luar daerah minimal anak-anak Tubaba membaca hasil karya anak Tubaba itu sendiri. Nantinya, kita minta setiap hasil karya tulis tersebut dijadikan buku, dan semua Sekolah di Tubaba memiliki koleksi buku tersebut,” tuturnya.
Kata dia, dalam menggiatkan anak-anak gemar membaca dan menulis, masing-masing Sekolah nantinya mempunyai kebijakan sendiri untuk mensukseskan program GLS ini. Tetapi yang kita arahkan adalah membuat program 15 menit di awal masuk sekolah untuk membaca buku-buku bacaan.
Jika sudah berjalan, Disdikbud juga merencanakan akan mengadakan semacam perlombaan atau pameran karya tulis dari hasil program GLS tersebut, sehingga minat baca dan menulis peserta didik dapat semakin meningkat.
“Untuk itu, di awal Tahun Ajaran Baru 2023/2024 ini program GLS segera kita jalankan, dan paling lambat di bulan Juni semua Sekolah harus sudah ada Tim Literasinya. Adapun untuk SK Timnya, akan diberikan dari Dinas serta Sekolah masing-masing,” imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post