PANARAGAN (translampung.id)– Inovasi Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, dengan memfokuskan pada gerakan Kebun, Kolam, Kandang, dan Wisata (K3W), resmi dilaunching secara langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Dr.Zaidirina.
Launching tersebut dipusatkan di tempat Wisata Tiyuh (Desa) Mulya Jaya atau Wismuja, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), pada Senin (13/03/2023) sekira 10.00 Wib. Yang turut pula dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung beserta rombongan, Ketua DPRD Tubaba, para Kepala Dinas/Badan/Bagian, Camat, Kepala Tiyuh, dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pj.Bupati Tubaba menyampaikan. Bahwa dibentuknya program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan dengan gerakan K3W oleh Pemkab Tubaba bertujuan untuk menghadapi krisis ekonomi dunia dan menekan angka stunting.
“Selain itu, kita juga melihat banyak pekarangan atau lahan kosong milik warga yang tidak dimanfaatkan. K3W mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya menjadi lahan produktif untuk kebutuhan gizi sekaligus membantu perekonomian keluarga seperti menanam tanaman holtikultura, beternak dan budidaya ikan, sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan beraneka ragam terus menerus guna pemenuhan gizi keluarga serta menambah pendapatan,” jelasnya.
Dirinya menjelaskan, program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan dengan gerakan K3W ini dapat pula disisihkan dari Dana Desa (DD) untuk kegiatan ketahanan pangan. Dan kedepan program K3W harus terintegrasi dengan smart village, sehingga Tiyuh memiliki data masyarakat yang melakukan K3W serta dapat memperhitungkan juga pendapatan dan pemasarannya.
“Lahan pekarangan mempunyai potensi yang besar dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk K3W tersebut merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga untuk menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrim,” tuturnya.
Pada Launching tersebut, Pj.Bupati juga sekaligus mencanangkan gerakan Sarapan Tanpa Nasi (Pantasi) guna mengurangi penggunaan bahan pokok beras sehingga membantu dalam upaya pengendalian inflasi.
“Besarnya manfaat Gerakan K3W dan Pantasi yang akan dirasakan oleh masyarakat tentunya menjadi tanggungjawab semua pihak terkait, untuk terus dilakukan pembinaan serta pengawasan secara optimal agar program ini benar – benar dapat berjalan baik dan berkesinambungan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, mengapresiasi program yang diinisiasi oleh Pemkab Tubaba.
“Program ini sangat baik dan akan menjadi ciri khas Tubaba yang dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lainnya, untuk penguatan ketahanan pangan dan menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Tiyuh Mulya Jaya, Supriyadi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten yang telah mempercayakan Tiyuh Mulya Jaya sebagai tempat launching secara simbolis Pencanangan Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan dan Sarapan Tanpa Nasi.
“Kami sangat mendukung dan menyanıbut baik atas program ini. Sebagai bukti nyata dukungan atas program ini pemerintah Tiyuh Mulya Jaya telah mengadakan beberapa kegiatan antara lain melakukan sosialisasi terhadap para tokoh masyarakat, tokoh agama maupun organisasi perkumpulan masyarakat dalam setiap kesempatan tentang pentingnya setiap keluarga memiliki tanaman kebun ternak dan kolam sebagai penunjang ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Lanjut dia, guna mewujudkan program tersebut di setiap Rt kami wajibkan untuk membentuk kelompok dasa wisma sebagai pelaksana program 3K tersebut . Dan untuk Wisata, tempat berlangsungnya acara pada hari ini adalah lokasi wisata Tiyuh Mulya Jaya atau disingkat Wismuja yang dibangun Pemerintah Tiyuh bersama masyarakat, yang mana lokasi yang dipergunakan sebagai Wismuja ini adalah milik warga Tiyuh dengan luas lahan 1.250 M2.
“Tempat wisata ini sebagai tempat ajang pentas seni sekaligus wisata kuliner, yang mana hasil K3 masyarakat akan dipasarkan di tempat wisata ini dalam bentuk aneka olahan makanan dan minuman. Diharapkan seluruh warga Mulya Jaya dapat memanfaatkan program ini sebaik – baiknya, sehingga perputaran perekonomian lebih meningkat,” imbuhnya.
Berdasar pantauan translampung.id, dalam kegiatan tersebut dilakukan pula Penyerahan bantuan 1.500 ekor ayam kampung beserta 1.500 Kg pakannya oleh Pemkab Tubaba untuk 10 Tiyuh yang secara simbolis diserahkan di Mulya Jaya. Selain itu, terdapat juga penyerahan bantuan 2.000 bibit ikan lele kepada masyarakat. (D/r)

















Discussion about this post