PANARAGAN (translampung.id)– Upaya mewujudkan Pondok Pesantren yang ideal dan ramah anak, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menggelar Halaqoh.
Kegiatan tersebut ditujukan kepada Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Quran beserta Instansi terkait lainnya, yang dipusatkan di Aula Pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Senin (09/01/2023).
Menurut Plt.Kepala Kemenag Tubaba, Anton Shofari, M.Pd.I. Bahwa tujuan daripada kegiatan Halaqoh adalah mewujudkan lembaga pendidikan keagamaan islam yang ramah anak, dan menciptakan standar Pesantren sebagai model pendidikan agama yang ideal bagi tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan ini, kita memberikan sosialisasi atau edukasi dengan harapan terciptanya lingkungan lembaga pendidikan yang bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Karwito, M.M, Menyampaikan bahwa harapan masyarakat kepada lembaga pendidikan Pondok Pesantren sangat tinggi, sehingga penerapan lembaga pendidikan yang ramah anak penting diwujudkan dengan sebaik-baiknya.
Senada Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tubaba, Dra. Bayana M.Si, menerangkan pentingnya lembaga pendidikan yang ramah anak, dan melalui pendidikan yang dihadirkan pada lembaga Pondok Pesantren, justru harus dapat memberikan penanaman jati diri yang religius.
“Pondok Pesantren harus dapat menjadi tempat atau garda terdepan pendidikan yang ramah anak dan religius, demi mempersiapkan pribadi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia serta intelektual yang mumpuni di masa depan,” imbuhnya.
Berdasar pantauan translampung.id, dalam Halaqoh tersebut turut juga dihadiri, Sekda Tubaba, Anggota DPRD, Polres, Kajari, Dinas PPPA, KPA, LPA, dan para Pimpinan Pondok Pesantren, Diniyah dan TPQ. (D/r)


















Discussion about this post