PANARAGAN (translampung.id)– Sebagai upaya pelestarian kebudayaan daerah di tengah era globalisasi atau perubahan zaman, program Revitalisasi Kebudayaan dianggap penting untuk dilakukan dan didukung berbagai pihak.
Dalam hal ini, Sekolah Seni Tubaba sebagai yayasan pendidikan seni dan kebudayaan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mengharapkan agar program Revitalisasi Kebudayaan tersebut juga dapat digencarkan di wilayah setempat.
Menurut Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, melihat semakin cepatnya perubahan zaman dan gempuran digitalisasi, tidak dapat dipungkiri banyak sekali seni dan budaya khas daerah yang semakin berkurang bahkan hilang dari suatu peradaban.
“Kami selalu berusaha menggiatkan kembali potensi-potensi daerah setempat dalam rangka pelestarian kebudayaan. Namun, dalam upaya itu, kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Tiyuh (Desa), dan para tokoh-tokoh yang ada.” Jelasnya, kepada translampung.id, Kamis (03/11/2022).
Kata dia, selama ini kolaborasi dan kerjasama berbagai stakeholder dalam mendukung Revitalisasi Kebudayaan menjadi hambatan dan kendala. Sebab, Revitalisasi Budaya ini suatu pekerjaan besar.
Lebih jauh dijelaskannya, dibutuhkan suatu regulasi atau peraturan khusus yang dapat menjamin dan menegaskan tentang Revitalisasi Kebudayaan di daerah ini.
“Hal itu karena kita harus benar-benar kerja nyata dan turun kelapangan untuk menggali kembali potensi-potensi tersebut untuk dilestarikan dan dikembangkan melalui kegiatan pendidikan maupun praktek-praktek seni budaya di tengah masyarakat, yang kemudian nantinya dapat dipamerkan atau ditunjukkan dalam sebuah acara semacam Festival baik tingkat Tiyuh hingga Kabupaten secara berkelanjutan yang diharapkan dapat diselenggarakan setiap tahunnya.” Imbuhnya. (D/r)


















Discussion about this post