PANARAGAN (translampung.id)– Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI), akan memberikan bantuan 1 unit Mobil Perpustakaan Keliling kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung.
Bantuan tersebut akan diserahkan kepada Pemkab melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Tubaba pada hari Kamis, 24 November 2022, di Perpustakaan Nasional RI Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11 Jakarta Pusat.
“Tahun ini kita mendapatkan bantuan 1 unit Mobil Perpustakaan Keliling dari Perpustakaan Nasional RI, dan besok sore kita akan berangkat ke Jakarta untuk mengambil bantuan tersebut.” Kata Kepala Dispusipda Tubaba, Rodianto, melalui Sekretaris Hudaya Ahra, kepada translampung.id, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, Mobil Perpustakaan Keliling tersebut dilengkapi dengan koleksi buku sebanyak 250 Judul 500 Eksemplar beserta perlengkapan Multimedia yang terdiri dari 1 paket DLS (Digital Library System), 4 unit tablet Android, 1 unit Genset, 1 unit modem, 1 unit televisi 32 inch, 1 unit Multimedia Speaker, dan 1 unit UPS (Uninterruptible Power Supply).
“Informasi kita mendapatkan bantuan itu setelah kita menerima surat dari Perpustakaan Nasional tertanggal 16 November lalu, dengan Nomor Surat 6138/4/PLK. 03.03/XI.2022 Perihal Informasi Penerima Bantuan Mobil Perpustakaan Keliling (MPK).” Jelasnya.
Lanjut dia, bantuan tersebut merupakan hasil daripada usulan Dispusipda beberapa waktu lalu. Selain itu juga, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah sebagai tindak lanjut Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan dimana Perpustakaan ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar, untuk menyediakan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta kebutuhan masyarakat.
“Dengan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kita untuk memberikan informasi dan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil untuk memaksimalkan program literasi dalam mengembangkan pendidikan informal kepada masyarakat.” Imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post