PANARAGAN (Translampung.ID) – Penjabat Bupati (PJ) Tulangbawang Barat (Tubaba) Zaidirina Wardoyo, optimis pertahankan predikat penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah Pusat.
Hal tersebut ia sampaikan pasca mewakili masyarakat dan Pemkab Tubaba saat menerima penghargaan langsung dari Menteri keuangan (Kemenkeu) Ri Sri Mulyani Indrawati pada (22/9/2022) beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah Tubaba sudah mendapatkan 11 kali WTP berturut-turut. Ini pencapaian luar biasa ya untuk kita semua. Nah, selanjutnya ke depan adalah bagaimana upaya kita harus pertahankan, jangan sampai WTP ini tidak lagi kita dapatkan” Kata Zaidirina seusai mengikuti Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2022 pada (27/9/2022) pukul 11.40 Wib.
Artinya kata dia, ini merupakan tantangan berat bagi kita bersama, karena mempertahankan itu tentunya lebih sulit daripada mendapatkan.
“Nanti kita juga upayakan kedepan bagaimana APBD kita dapat lebih berkualitas, salah satu cirinya adalah memiliki perencanaan yang tepat, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu kita bisa penuhi melalui APBD” Katadia.
Oleh karenanya, perencanaan kedepan harus lebih tepat, dan deviasinya juga setiap tahun harusnya lebih kecil. Sehingga efektif, efisien, dan akuntabel bisa kita capai.
“Untuk itu, langkah yang harus ditekankan kepada setiap OPD adalah bagaimana kita menyusun perencanaan dengan tepat, memiliki skala prioritas, dan melihat anggaran. Karena memang anggaran kita ini kan terbatas, sehingga pentingnya prioritas” jelasnya.
Karena itu lanjut dia, kualitas programnya juga diperhatikan, misalnya Infrastruktur, itu harus kita hitung benar, seperti jalan, bangunan, dan lain-lain termasuk juga seperti Mall Pelayanan Publik, agar bagaimana kedepan pemasukan PAD kita meningkat. Karena dalam pembangunan harus diimbangi dengan PAD.
“Saya meminta agar OPD-OPD juga kreatif untuk menciptakan program yang nantinya bisa diusulkan juga ke Provinsi maupun APBN. Jika kita bisa mendapatkan lebih banyak alokasi bantuan dari Provinsi dan Pusat, maka tentu APBD kita kan yang seharusnya untuk itu dapat dialihkan ke yang lain, sehingga program berkualitas itu penting” Imbuhnya (D/r).


















Discussion about this post