PANEN PERDANA LELE BIOFLOK: Bupati Tanggamus Dewi Handajani secara simbolis memanen perdana ikan lele dari budidaya sistem bioflok di Pekon Belu.
(Foto-foto: DISKOMINFOSANDI KABUPATEN TANGGAMUS)
translampung.id, TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menghadiri panen perdana budidaya ikan lele sistem bioflok untuk mewujudkan program ketahanan pangan Pemerintah Pekon Belu Tahun Anggaran 2022.
Pada kesempatan itu, Bupati Tanggamus menyatakan saat ini tingkat konsumsi ikan air tawar masyarakat Tanggamus mengalami kenaikan signifikan, dibandingkan sepuluh tahun lalu. Sehingga, budidaya ikan air tawar dan produk makanan olahan ikan air tawar, menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan.
Panen perdana budidaya ikan lele sistem bioflok itu, dilaksanakan di Peko Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, Senin (12/09/22). Secara simbolis, Bupati Tanggamus memanen perdana. Dalam sambutannya bupati mengatakan, panen perdana ikan ini hendaknya jangan hanya sebatas seremoni belaka, tetapi harus dikembangkan lagi dan bisa dilakukan secara berkesinambungan.
“Kalau panen ini bisa terus dilakukan secara berkesinambungan, tentu akan memotivasi masyarakat untuk lebih gemar mengonsumsi ikan. Tidak hanya itu bahkan ikut melakukan usaha,” bupati berujar.
Menurut Dewi Handajani, budidaya ikan hendaknya juga dibarengi dengan memproduksi makanan olahan berbahan daging ikan lele. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
“Peluang usaha budidaya ikan air tawar, khususnya lele, nila, atau gurami diprediksi akan semakin cerah dan menjanjikan keuntungan yang bisa diandalkan. Semakin lama, tingkat konsumsi ikan di kalangan masyarakat semakin meningkat,” kata bupati.
Prediksi tersebut, terbukti dengan menjamurnya warung-warung makan, lesehan maupun restoran yang menyajikan menu masakan ikan. Terutama ikan air tawar.
“Saat ini tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Tanggamus terus mengalami kenaikan. Pada sepuluh tahun lalu tingkat konsumsi ikan di kabupaten Tanggamus hanya 25 kilogram/kapita/tahun. Sedangkan pada tahun ini sudah meningkat, yaitu di atas 35 kilogram/kapita/tahun,” Dewi Handajani menjelaskan.
Sementara Pembimbing Budidaya Ikan Lele yang sekaligus Kepala SUPM Negeri Kotaagung Khaerudin HS mengatakan, budidaya ikan lele di Pekon Belu ini adalah bentuk kerja sama dari SUPM Negeri Kotaagung dengan pekon setempat.
“Saya berharap dengan kerja sama dan pelatihan budidaya ikan lele di Pekon Belu Kecamatan Kotaagung Barat ini bisa jadi percontohan bagi pekon pekon lain di Kecamatan Kotaagung Barat,” kata Khaerudin.
Kepala Pekon Belu, Jonli menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Tanggamus. Karena sudah menyempatkan waktu untuk menghadiri kegiatan panen perdana budidaya ikan lele di pekon yang ia pimpin.

“Saya harapkan kedepannya untuk masyarakat se-Kecamatan Kotaagung Barat dan seluruh kepala pekon, bagaimana caranya ke depan bisa lebih maju lagi,” harap Jonli.
Di sela kegiatan, Bupati Dewi Handajani berkesempatan mencicipi bakso berbahan baku lele hasil olahan aparatur pekon dan anggota PKK pekon. Bupati juga memberikan bantuan kepada Pekon Belu. Agenda bupati dilanjutkan dengan mengunjungi seorang warga yang sakit, yaitu Sustinawati. Warga Pekon Belu itu menderita penyakit diabetes.
Turut hadir mendampingi Bupati Tanggamus, Staf Ahli Muhaimin, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus Catur Agus Dewantoro, Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Dhani Riza Apriansyah, Uspika Kotaagung Barat, para Kepala Pekon Se-Kecamatan Kotaagung Barat, dan seluruh masyarakat Pekon Belu. (ayp)




















Discussion about this post