PANARAGAN (translampung.id)– Tahun 2022 ini, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, mendapatkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 50 unit rumah.
Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui aspirasi anggota DPR RI Komisi V, Drs.H.Tamanuri,MM (Fraksi Nasdem) yang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dikatakan Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Tubaba, melalui Kepala Bidang Pembangunan Pemeliharaan dan Pengelolaan Kawasan Permukiman, Guntur Padra. Bahwa saat ini bantuan BSPS untuk 50 rumah tidak layak huni di Kabupaten Tubaba telah dilakukan verifikasi oleh Kementerian.
“Kemungkinan bulan Agustus ini sudah mulai berjalan, dan informasi nya BSPS kali ini diperuntukan untuk wilayah Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT).” Kata Guntur, saat dikonfirmasi translampung.id diruang kerjanya, Senin (01/8/2022) pukul 11.30 Wib.
Menurutnya, adapun besaran bantuan BSPS itu adalah Rp.17,5 juta. Dan dari jumlah itu, 15 juta untuk dibelikan material dan sisanya untuk upah tukang bangunan.
“Jadi bantuan akan langsung masuk ke rekening masing-masing penerima, dengan standar minimal rumah yang dibangun nantinya adalah 36 meter persegi.” Jelasnya.
Dikarenakan ini Stimulan, maka tentunya para penerima wajib memiliki modal tambahan untuk membangun rumahnya.
“Nanti dalam pelaksanaan pembangunan akan didampingi atau diarahkan oleh tim ahli dari program BSPS dan tim teknis dari Dinas Perkimta dengan masa pengerjaan ditargetkan 60 hari.” Terangnya.
Kata dia, pihaknya sangat berterimakasih dengan adanya program BSPS dari Aspirasi yang disalurkan ke Tubaba pada tahun ini, mengingat tahun sebelumnya Tubaba sama sekali tidak mendapat, padahal secara usulan dan dilapangan masih banyak rumah warga tidak layak huni yang memerlukan bantuan.
“Kita berharap program ini dapat berjalan lancar. Dan pastinya kita dari Pemerintah Daerah juga akan terus berupaya untuk mengusulkan bantuan BSPS tersebut sebanyak mungkin untuk membantu masyarakat memiliki rumah layak huni.” Imbuhnya. (D/r)

















Discussion about this post