PIMPIN HEARING: Ketua Komisi II DPRD Tanggamus Fakhruddin Nugraha memimpin hearing dengan Diskoperindag dan Bagian Ekobang Kabupaten Tanggamus, menindaklanjuti “jeritan” masyarakat terkait langka dan mahalnya harga minyak goreng.
translampung.id, TANGGAMUS – Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng terjadi di Kabupaten Tanggamus. Dampaknya, mayoritas kaum emak-emak dari kelas ekonomi menengah ke bawah “menjerit”. Tak ingin gejolak ketersediaan minyak goreng terus berlarut, Komisi II DPRD Tanggamus bergerak cepat merespon aspirasi masyarakat. Yaitu dengan memanggil dinas terkait untuk rapat dengar pendapat (RDP).
Komisi II DPRD Tanggamus memanggil Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pasar serta Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Selasa (15/2).
RDP tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II, Fakhruddin Nugraha didampingi seluruh anggota komisi. Menurut Anggota Komisi II, Mujibul Umam, RDP atau hearing ini bertujuan mengetahui penyebab dan kondisi stok dan harga minyak goreng yang tidak stabil di pasaran.
“Apa penyebabnya hingga terjadi seperti ini. Sampai-sampai masyarakat kita menjerit untuk mendapatka minyak goreng. Makanya kami hearing dengan dinas dan stakeholder terkait,” ujar Mujibul Umam.
Komisi II, kata dia, meminta pihak terkait bertindak tegas. Berdasarkan hasil sidak, jika ada supplier atau distributor nakal menimbun stok minyak goreng dan meraup keuntungan yang berlebihan, harus segera dilaporkan.
”Kami juga meminta kepada toko retail modern Alfamart dan Indomaret menjaga bufer stok (minyak goreng). Kemudian memastikan saluran distribusi aman. Jangan sampai barang habis serta pastikan minyak non subsidi stoknya tetap tersedia di lapangan,” pinta Mujibul Umam.
Dirinya juga meminta agar dinas terkait menempuh upaya-upaya teknis dan selalu memonitor masalah ini. Tujuannya untuk memastikan agar tidak terjadi penimbunan stok minyak goreng subsidi di lapangan.
”Saat ini, kami (Komisi II) yang memang membidangi perdagangan serta perekonomian, akan terus melakukan sidak ke lapangan untuk terus mengecek stok dan harga minyak goreng,” tandas Mujibul. (ayp)


















Discussion about this post