TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Meski di tengah Pandemi Covid 19, SMP Negeri 2 Tulangbawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, memaksimalkan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 untuk berbagai keperluan.
Dikatakan Kepala Sekolah SMPN 2 TBT, Erwansyah, saat dikonfirmasi translampung.com diruang kerjanya, pada Selasa (21/7/2020) pukul 08.30 Wib. Bahwa untuk Dana BOS di SMPN 2 TBT tahun 2020 ini, total lebih kurang Rp 600 Juta.
“Dari total anggaran itu terbagi 3 tahap dalam setahun, yang cair setiap 4 bulan sekali. Penggunaan Dana BOS yang sudah dilaporkan adalah tahap 1, dan untuk tahap 2 saat ini masih berjalan, dengan nominal sekitar Rp 200 Juta. Yang pasti menjadi prioritas kita adalah untuk peningkatan mutu anak didik melalui pembelajaran yang maksimal,” paparnya.
Anggaran yang sudah cair tersebut, lanjut dia, digunakan untuk berbagai keperluan, yakni mulai dari pembelian buku perpustakaan, pembayaran Gaji 20 orang guru Honor, Satpam, Penjaga Malam, staf TU, dan cleaning service. Kemudian ada juga untuk pemeliharaan seperti merehab dengan mengecat ulang beberapa ruang kelas, membuat selokan, listrik, dan lainnya.
“Dikarenakan Covid 19, maka Dana BOS juga kita alokasikan untuk keperluan penanganan Covid, mulai dari penyemprotan Desinfektan, tempat cuci tangan, masker untuk guru dan murid, dan pembelian paket kuota untuk dewan guru selama pembelajaran Daring atau Online. Serta kita juga ada pengadaan mobiler kursi dan meja untuk 2 kelas,” tuturnya.
Menurutnya, memang penggunaan Dana BOS tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dan pihak Sekolah berencana juga akan menggunakan Dana itu untuk memberikan jam pelajaran khusus diluar jam Sekolah, seperti Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk para Murid yang prosedurnya akan melihat situasi, apakah Daring atau Luring, untuk meningkatkan prestasi siswa-siswi kedepannya.
Adapun untuk jumlah Murid di SMPN 2 TBT ini, jelas dia, terdapat total 630 orang dari kelas 1 sampai kelas 3, yang setiap tingkatnya terbagi menjadi 7 kelas.
“Mengingat sudah diberlakukannya kembali sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka sejak 13 Juli 2020, maka tentunya kita akan melakukan proses KBM tersebut dengan maksimal, meskipun waktu dan pelaksanaan KBM nya berbeda dikarenakan mengantisipasi Covid 19,” imbuhnya. (D/R)

















Discussion about this post