• About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Forum
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
translampung.id
Advertisement
  • Home
  • Berita Utama
    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Sejumlah Kapolres di Lampung Berganti, Berikut Daftarnya

    Sejumlah Kapolres di Lampung Berganti, Berikut Daftarnya

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • TV
  • Home
  • Berita Utama
    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Di Tengah Gempuran Deklinasi Profesionalisme Jurnalis, Rio Aldipo: PWI Tanggamus Harus Jadi Organisasi Besar yang Bermartabat dan Profesional

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Terima Kasih Irjen Pol Helmy Santika atas Pengabdianmu, Selamat Datang Brigjen Helfi Assegaf

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Umat Islam Tunaikan Solat Ied 1446 H, Umat Katolik 7 Stasi Wilayah Lampung Timur Kompak Bantu Amankan Tempat Parkir

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Berdalih Kasda “Kembang-Kempis”, Pemkab Tanggamus Tak Sanggup Bayar Advertorial Media Massa

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Bejat! Seorang Paman di Tanggamus Rudapaksa Keponakan Usia 7 Tahun di Selokan Air

    Sejumlah Kapolres di Lampung Berganti, Berikut Daftarnya

    Sejumlah Kapolres di Lampung Berganti, Berikut Daftarnya

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • TV
No Result
View All Result
translampung.id
No Result
View All Result
Home News Flash

Santo purnama

Devi Oktaviansyah by Devi Oktaviansyah
11 April 2020 | 19 : 07
in News Flash
0
7
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Oleh : Dahlan Iskan

Pak, berita tentang Santo Purnama itu hoaks atau bukan?

Banyak sekali pertanyaan seperti itu masuk ke DI’s Way. Kok hebat sekali putra Indonesia itu? Kok bisa menemukan alat test Covid-19 yang unggulnya bukan main? Akurasinya bisa mencapai 92 persen. Prosesnya begitu cepat –hasilnya sudah diketahui hanya dalam 10 menit.

BACA JUGA

Puja Kesuma Kabupaten Lambar, Bakti Sosial di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Gubernur Lampung Tinjau Dryer dan Vokasi GERCEP untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

Audiensi UIMandiri dengan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.

Merawat Silaturahmi Sebagai Jembatan Kasih Sayang Menuju Indonesia Bersinar di Bulan Suci Ramadhan.

Harganya begitu murah –dibanding testswap yang di atas Rp 1 juta.

Saya pun berpikir: mengapa ada pertanyaan hoaks atau bukan?

Oh… Ternyata berita-berita tersebut tidak ada yang bersumber langsung dari Santo Purnama.

Juga karena tidak banyak diceritakan siapa Santo Purnama. Paling hanya disebut ia orang Indonesia. Pernah sekolah di Purdue University dan Stanford University.

Orang pun penasaran: siapa ia? Dari kota mana ia? Benarkah ia penemunya?

Untung lagi lockdown. Kalau tidak saya pun tidak akan bisa menemukan siapa Santo Purnama. Diperlukan jalan berliku untuk menemukannya.

Ketemu!

Santo tinggal di Silicon Valley, California.

Tapi ini sudah hampir jam 12.00 malam –waktu California. Saya pun mikir-mikir: saya hubungi sekarang atau besok saja.

Harus sekarang –siapa tahu besok sudah telat. Begitulah doktrin lama saya.

Bagaimana kalau ia sudah tidur? Tidakkah mengganggu tidurnya? Tidakkah ia sebel menerima telepon selarut malam seperti itu?

Saya pun ingat waktu menjadi pemimpin redaksi dulu. Saya sering minta wartawan mendatangi sumber berita saat jam sudah pukul 23.00 lebih.

Si wartawan tentu enggan. Kok harus wawancara dengan orang yang sama lagi. Kan malu.

Saya tahu, si wartawan juga segan –sudah tengah malam. Bisa dianggap mengganggu orang tidur.

Tapi si wartawan juga tahu watak saya. Kalau ia tidak mau berangkat, saya akan berangkat sendiri.

Saya merasa tanpa tambahan wawancara berita tersebut terasa ada yang ‘bolong’. Pembaca akan kecewa kalau ‘lubang’ itu tidak ditutup.

Si wartawan pun berangkat. Tentu hatinya berat. Tapi ya begitulah jadi wartawan.

Ia berhasil. Saat kembali ke kantor saya tepuki pundaknya. Saya berteriak keras di ruang redaksi itu. “Teman kita berhasil,” –agar yang lain ikut bangga padanya.

“Saya harus mengetuk pintu rumahnya lama sekali,” katanya sambil senyum penuh kebanggaan.

Kemarin, saat saya mau mewawancari Santo itu, saya ingat kembali wartawan itu. Saya ingat ekspresi wajahnya. Dan body language-nya. Terutama saat dengan berat ia toh berangkat juga. Dan berhasil.

Belum ada ponsel saat itu.

Sekarang sudah enak. Kalau pun saya berhasil mewawancari Santo, tetap kalah dengan wartawan itu. Saya kan tidak perlu naik motor ke California. Saya juga tidak perlu mengetok-ngetok pintu rumah Santo Purnama.

Saya tinggal kirim WA untuk memperkenalkan diri. Disertai satu pertanyaan pembuka.

“Hi Pak Dahlan. Salam kenal,” jawab Santo Purnama seketika itu juga.

Lega.

Saya tidak akan ditertawakan mantan wartawan saya.

Ada tekniknya: pertanyaan pertama wartawan harus seperti apa. Agar sumber berita mau merespons.

Teknik itu saya rahasiakan di sini –tapi Najwa Shihab tahu itu. Senior saya di TEMPO, Karni Ilyas, juga tahu itu.

Maka Santo pun menjawab WA saya itu.

Ia membenarkan semua berita yang sudah beredar itu. Berarti bukan hoaks. Ia benar-benar orang Indonesia. Benar pula ia mampu memproduksi alat test Covid-19 yang unggul itu. Yang akuratnya sampai 92 persen itu. Yang hasilnya diketahui cepat itu. Yang harganya hanya USD 10 (sekitar Rp 160.000) itu.

“Tahun berapa Anda menemukan itu,” tanya saya.

“Saya bukan menemukan. Lol…it’s not an invention,” jawabnya.

Oh, kelihatannya ia lebih suka kalau dalam bahasa Inggris. Maka saya ikuti moodpikirannya.

“So…..?“ tulis saya.

Belum lagi terkirim pertanyaan itu sudah muncul lagi susulan WA-nya.

“No one person invented this. It’s like, say, ban roda,” katanya.

Oh iya. Siapa ya yang menciptakan roda? Atau ban roda?

Maksud Santo jelas: alat tes seperti itu merupakan karya berkelanjutan. Yang kian tahun kian bisa disempurnakan oleh siapa saja.

“Orang-orang dulu membuat roda untuk 30.000 mil – 40.000 mil. Saya membuat ban itu untuk 92.000 mil,” guraunya.

Santo juga menjelaskan bahwa ia bukan orang yang menciptakan alat tes itu. Kunci kehebatan sistem tes ini bukan pada alat. Tapi pada enzimnya.

Sedang alatnya bukan hal yang perlu dibicarakan.

“Anda kan electrical engineer. Sedang enzim itu kan soal kimia,” tukas saya.

Waktu mengajukan pertanyaan itu saya ingat satu bacaan bahwa Santo adalah alumni Purdue University bidang studi electrical engineering. Rupanya bacaan saya itu salah.

Ia pun merasa harus meluruskan.

“I’m computer guy lol,” katanya. Setengah protes.

Santo lulus Purdue University pada 1995. Berarti umurnya sekarang sekitar 45 tahun. Kebetulan beberapa kali saya pernah lewat dekat Purdue University di negara bagian Indiana itu. Beberapa teman saya juga alumni Purdue.

Dari Purdue itu Santo meneruskan kuliah ke Stanford University. Yakni universitas level utama yang ada di California.

Di Stanford, Santo seangkatan dengan pendiri Google dan startup lainnya – -yang memang lagi mewabah saat itu.

Orang tua Santo hanya membiayai sebagian ongkos kuliahnya itu. Santo sendiri yang harus mencari tambahannya. Ia punya otak bisnis –seperti yang diakui teman-temannya.

Keluarga Santo memang pebisnis. Kakaknya punya bisnis nikel, batubara, dan banyak lagi.

Meski punya darah Tionghoa, Santo sudah generasi keempat di Indonesia. Kakeknya pun sudah kelahiran Aceh. Lalu bapaknya pindah ke Medan.

Di Medan-lah Santo lahir. Tapi ketika masih kecil ia sudah diajak pindah ke Jakarta. Karena itu sekolahnya pun di Jakarta.

Santo adalah lulusan SMA Bunda Hati Kudus di Jakarta –dekat Grogol itu.

Selama ini Santo sudah berbisnis di bidang alat kesehatan. Di Amerika sana. Misalnya alat tes diabetes dan urine. Ia berada dalam satu tim dengan temannya yang keturunan India: Shripal Gandhi. Yakni alumni Mumbai University di bidang kimia.

Ketika Covid-19 merajalela Santo dan Gandhi memproduksi alat tes untuk itu.

Nama produknya itu: ‘Sensing Self’.

Nama itu mengandung makna bahwa Anda tidak perlu dulu ke dokter. Tidak perlu dulu ke lab. Cukup melakukan tes sendiri di rumah masing-masing.

Kapan alat tes Covid-19 ‘Sensing Self’ itu masuk Indonesia? Agar semakin banyak orang Indonesia yang melakukan tes –sebagai cara terbaik menghadang meluasnya Covid-19?

“Kami sudah punya distributor lokal di Indonesia. Tentu masih harus memperoleh izin edar dari pemerintah Indonesia,” ujar Santo.

Untuk Eropa ‘Sensing Self’ sudah mendapat persetujuan. Demikian juga India.

India adalah pasar terbesar ‘Sensing Self’. Dengan harga USD 10 negara berpenduduk besar seperti Indonesia dan India sangat terbantu.

“Our mission is to democratize the health lab tests so it’s easily and affordably accessible to all,” ujar Santo.

Jadi yang akan diproduksi ‘Sensing Self’ itu adalah kertas berenzim. Sedikit darah disentuhkan ke kertas itu. Sepuluh menit kemudian sudah tahu: positif atau negatif.

Kertas berenzim itu dibungkus plastik –agar aman. Lalu ada packaging-nya. Semua itu akan dikerjakan di Tiongkok.

Akhirnya saya minta maaf. Sudah terlalu malam di California saat itu.

“Good night,” tulis saya.

“Would love to chat more with you,” tulisnya

Tags: Pak

Related Posts

Daerah

Puja Kesuma Kabupaten Lambar, Bakti Sosial di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

2 bulan ago
Gubernur Lampung Tinjau Dryer dan Vokasi GERCEP untuk Tingkatkan Pendapatan Petani
News Flash

Gubernur Lampung Tinjau Dryer dan Vokasi GERCEP untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

2 bulan ago
Audiensi UIMandiri dengan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.
News Flash

Audiensi UIMandiri dengan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia.

2 bulan ago
Load More

Discussion about this post

POPULAR NEWS

Kami Senang Dipanggil Kejaksaan, Bongkar Semua Pejabat Yang Terlibat, Dinas Paksa Buat Laporan Palsu Untuk PAD

Kami Senang Dipanggil Kejaksaan, Bongkar Semua Pejabat Yang Terlibat, Dinas Paksa Buat Laporan Palsu Untuk PAD

18 April 2025 | 13 : 05
Oknum Wartawan dan Ketua LSM Ditersangkakan, Kasatreskrim Polres Tanggamus: ”Pasalnya Pemerasan Bukan Gratifikasi, Begini Penjelasannya”

Oknum Wartawan dan Ketua LSM Ditersangkakan, Kasatreskrim Polres Tanggamus: ”Pasalnya Pemerasan Bukan Gratifikasi, Begini Penjelasannya”

4 April 2024 | 19 : 51
Siap Panen, Kebun Singkong Milik Warga Desa Pekurun Digondol Maling

Siap Panen, Kebun Singkong Milik Warga Desa Pekurun Digondol Maling

26 Agustus 2024 | 01 : 01
Rumah Pribadi Bupati Budi Utomo  Didatangi Puluhan Kontraktor Lampung Utara

Rumah Pribadi Bupati Budi Utomo  Didatangi Puluhan Kontraktor Lampung Utara

15 November 2023 | 18 : 08
Tekab 308 Polres Lampura Telusuri Tukang Becak Di pasar Dekon Kotabumi

Tekab 308 Polres Lampura Telusuri Tukang Becak Di pasar Dekon Kotabumi

25 Agustus 2024 | 17 : 03

EDITOR'S PICK

Terima Penghargaan, Firsada Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas Bagi Masyarakat Tubaba

Terima Penghargaan, Firsada Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas Bagi Masyarakat Tubaba

6 Juli 2024 | 13 : 57

TNI Berbaur Bersama Masyarakat

22 Maret 2020 | 19 : 53
Kapolres Pringsewu Ajak Stakeholder Kompak Tangani Bencana di Kabupaten Pringsewu

Kapolres Pringsewu Ajak Stakeholder Kompak Tangani Bencana di Kabupaten Pringsewu

27 Oktober 2022 | 19 : 08

Tim Gugus Tugas Covid -19 Bandrlampung Salurkan Bantuan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19 Se-kecamatan TKB

14 Mei 2020 | 13 : 59
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Forum
Call us: +62 811 TRANSLAMPUNG.ID

Copyright © 2022 TransLampung.ID | Design by Andi ID .

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Politik
  • Nasional
  • Bisnis
  • Opini
  • Hiburan
  • Fashion
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • TV
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal

Copyright © 2022 TransLampung.ID | Design by Andi ID .

error: Content is protected !!