OLAH TKP: Polisi sedang melakukan Olah TKP di lokasi meninggalnya Camat Kelumbayan, Drs. Bahroni, Sabtu (28/3) pagi. (Foto-foto: IST)
TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kabupaten Tanggamus, khususnya Kecamatan Kelumbayan, kehilangan sosok camat yang merakyat dan dekat dengan warga. Camat Kelumbayan, Drs. Bahroni, ditemukan meninggal oleh warga dan sejumlah pedagang di Pasar Tani Jalan Pancasila, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, Sabtu (28/3) sekitar pukul 10.00 WIB.
Tubuh ASN kelahiran Telukbetung 3 Januari 1965 itu, tergeletak di samping mobil minibus hitam miliknya bernomor polisi BE 1488 YL. Kala itu, Almarhum Bahroni mengenakan kaos warna orange dan celana pendek warna hitam. Setelah menerima laporan dari sejumlah pedagang di Pasar Tani, pihak kepolisian setempat langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara.

Sebelumnya juga sudah beredar dengan cepat di media sosial foto kondisi jenazah almarhum Camat Kelumbayan itu tergeletak disertai foto KTP-nya. Beberapa waktu kemudian, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tanggamus Drs. Sabaruddin, membenarkan bahwa sosok yang tergeletak di Pasar Tani Kemiling itu adalah Camat Kelumbayan.
“Benar, itu Camat Kelumbayan, Pak Bahroni. Kami juga sudah koordinasi dengan Ketua Forum Camat Kabupaten Tanggamus, Pak Agustam Hamied terkait berita duka ini. Dan benar yang meninggal itu adalah Camat Kelumbayan,” ujar Sabaruddin, Sabtu siang.
Menurut keterangan dari berbagai sumber, sebelum mengembuskan napas terakhirnya, almarhum berusia 55 tahun itu dalam perjalanan dari kediamannya di Jl. RE. Martadinata No.134 RT 001 Lingkungan 1, Kelurahan Perwata, Kecamatan Telukbetung Timur, untuk menjemput istrinya yang bertugas sebagai petugas kesehatan di wilayah Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Setibanya di Pasar Tani Kemiling, almarhum sempat menepi dan turun dari mobilnya untuk membeli ikan. Namun tiba-tiba, almarhum jatuh tergeletak di depan lapak pedagang ikan di pasar setempat dan kemudian meninggal.

“Semasa hidupnya, beliau memang memiliki riwayat sakit jantung. Mungkin penyakit jantung beliau tiba-tiba kambuh saat itu, lalu tidak tertolong lagi. Kami semua sangat terkejut dan berduka atas kepergian beliau,” ujar Ketua Forum Camat Tanggamus, Agustam Hamied.
Sebelum dijemput oleh pihak keluarga, jenazah Almarhum Bahroni sempat disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung, setelah polisi selesai Olah TKP. Pihak kepolisian yang menangani peristiwa ini juga menegaskan tidak ada luka bekas kekerasan pada tubuh almarhum. Sehingga diduga kuat, Camat Kelumbayan ini meninggal tiba-tiba akibat penyakit jantung yang dideritanya.
Anggota Forum Camat Tanggamus mengaku, sangat kehilangan sosok Bahroni yang dikenal baik dan tidak suka banyak bicara itu.
”Saya kenal almarhum sejak beliau menjabat Sekretaris Kecamatan Kelumbayan. Kemudian jadi Camat Kelumbayan Barat, dan sekarang jadi Camat Kelumbayan. Beliau orangnya baik, berbicara seperlunya, dan lebih banyak diam. Kalau kinerja dan prestasi beliau ya bagus. Meskipun di daerah Kelumbayan itu sangat susah sinyal, tapi kalau segala informasi dari Kabupaten Tanggamus, beliau selalu update infromasi itu,” tandas Agustam Hamied. (ayp)

















Discussion about this post