TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN. Terjadinya wabah penyakit Corona yang menimpa beberapa Negara terutama Cina, menyebabkan Bawang Putih menjadi Merana atau sulit didapat di wilayah Indonesia, khususnya Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung.
Hal tersebut diungkapkan Helmi Hartopo, selaku Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, saat dikonfirmasi translampung.com di ruangan kerjanya, pada Selasa (11/02/2020) pukul 09.43 Wib.
Dikatakan Helmi, sejak terjadinya wabah penyakit Corona di Negara Cina, berdampak pada perdagangan, karena pintu Ekspor dan Impor antara Cina dan Indonesia ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.
“Kita ketahui, bahwa saat ini Negara Indonesia masih bergantung pada Cina untuk memenuhi kebutuhan Bawang Putih di pasaran, sehingga dengan ditutupnya Ekspor Impor tersebut, menyebabkan stock Bawang Putih menurun. Sehingga Hukum Ekonomi pun berlaku, dimana saat permintaan banyak namun barang yang tersedia sedikit, akan menjadikan harga barang naik,” terang Helmi.
Pada hari Kamis yang lalu, Lanjutnya, kami sudah mengecek harga Bawang Putih di pasaran salah satunya di Mulya Asri, yang memang mengalami lonjakan harga, dari kisaran Rp 30 Ribu/Kg menjadi Rp 55 Ribu/Kg. Dan hasil pengecekan tersebut kami laporkan ke Diskoperindag Provinsi.
“Setelah kami sampaikan laporan, tanggapan dari Provinsi hanya berharap wabah penyakit tersebut segera diatasi. Tentunya kita berharap Pemerintah Indonesia bisa mengambil tindakan apa yang harus dilakukan,” imbuhnya. (D/R)
















Discussion about this post