PANARAGAN (TransLampung.ID) –
Terima Audiensi resmi Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan jajaran. Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Ir. Novriwan Jaya, kemukakan satu diantara program unggulan Bolo Ngarit.
Pertemuan tersebut digelar di Rumah Dinas Bupati Tubaba pada Selasa (7/7/2026) kemarin. Dinyana audiensi itu merupakan langkah taktis dalam mempererat sinergi antara pemda dan dunia akademik (triple helix) guna menghadirkan basis ilmiah pada program pembangunan daerah berkelanjutan.
Dalam giat audiensi tersebut, Bupati memaparkan peta jalan (roadmap) penguatan ketahanan pangan makro Tubaba yang bertumpu pada hilirisasi sektor peternakan sebagai mesin ekonomi utama di akar rumput.
Selain itu, Bupati juga secara khusus membedah program unggulan Bolo Ngarit, sebuah gerakan ekosistem peternakan terintegrasi yang mencakup jaminan ketersediaan pakan hijauan, peningkatan kapasitas peternak, hingga penataan kelembagaan kelompok ternak dari tingkat tiyuh (Desa).
“Dukungan dari kalangan akademisi sangat penting
dalam memperkuat perencanaan, pelaksanaan,
hingga evaluasi program pembangunan. Melalui
sinergi Tri Dharma Perguruan Tinggi ini, kami berharap lahir inovasi ilmiah dan solusi tepat guna yang mampu memberikan manfaat nyata bagi perluasan ekosistem peternakan di Tubaba” Kata Bupati.
Berdasar pantauan TransLampung.ID, selain wakil
Rektor UMJ, tanpa turut juga jajaran pimpinan dan tim teknis Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) diantaranya. Wakil Rektor l Prof. Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep.
Wakil Rektor IV Dr. Septa Candra, S.H., M.H, Koordinator PSDKU SamporAli, S.E. M.M, Wakil Koordinator PSDKU (Akademik) Dr. Imna Nursanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat.
Wakil Koordinator PSDKU (Umum) Ahmad Yusuf Musthofa, S.E., M.H, dan Kepala Bagian PMB Angga, beserta Bagian Informasi PSDKU, Isnasari Berlian Zulkarnaen A.Md.Keb.
Menanggapi sejumlah pemaparan tersebut, Wakil Rektor I UMJ, Prof.Dr. Muhammad Hadi, menyatakan komitmen penuh jajaran rektorat untuk membangun kemitraan produktif jangka panjang. Selain penguatan sektor peternakan, ruang lingkup kerja sama yang dijajaki mencakup riset terapan, program pengabdian masyarakat mahasiswa, akselerasi mutu pendidikan, peningkatan kapasitas SDM aparatur sipil, serta pendampingan teknis program inovasi berbasis potensi lokal Tubaba.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat menuju Tubaba yang maju dan mandiri” Imbuhnya. (Dirman)


















Discussion about this post